Peristiwa

Kerugian Keuangan Kabupaten Tasik Terbesar di Priangan Timur

TASIKMALAYA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan untuk APBD 2017. Di Priangan Timur, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi Pemerintah yang terbanyak temuannya setelah Sumedang.

Dari 7 Pemda tersebut, Sumedang 11 temuan, Kabupaten Tasik dan Kota Banjar sembilan temuan, Garut dan Pangandaran tujuh temuan, Kota Tasik dan Kabupaten Ciamis lima temuan.

Akan tetapi kalau melihat jumlah kasus malah Kota Tasikmalaya terbanyak dengan 99 kasus, Kabupaten Tasik 51 kasus, Ciamis 44 kasus, Sumedang 23 kasus, Garut 16 kasus, Pangandaran sembilan kasus dan Banjar enam kasus.

Dalam Buku LHP III BPK RI Tahun 2017, terdapat kerugian daerah yang kalau ditotal untuk Priangan Timur sebanyak Rp 26,3 miliar dengan kerugian terbesar ada di Kabupaten Tasik yakni Rp 6,37 miliar.

Selanjutnya Sumedang Rp 6,26 miliar, Garut Rp 4,84 miliar, Kota Tasik Rp 3,24 miliar, Pangandaran Rp 2,7 miliar, Ciamis Rp 2,23 miliar dan Kota Banjar Rp 649,7 juta.

Kabupaten Tasikmalaya pun terdapat jenis penyalahgunaan dana hibah sebesar Rp 2,13 miliar dan Kota Tasikmalaya Rp 2,59 miliar.

“Ditotal se-priangan Rp 26,3 miliar yang diperoleh dari 53 temuan dengan 248 kasus yang rata-rata dari belanja hibah, kekurangan volume pekerjaan atau tidak sesuai konstruksi, kelebihan pembayaran jasa konsultan, kelebihan pembayaran pekerjaan, kelebihan honor atau insentif atau tunjangan, denda keterlambatan serta kekurangan penerimaan pendapatan daerah,” kata Pemerihati Anggaran dari Inisiatif Intitute Bandung, Nandang Suherman. (Mesa)

Baca Juga  Pengibar Dan Pembakar Bendera HTI Sudah Jadi Tersangka, Aksi Bela Tauhid Akan Digelar Lagi
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close