Pemerintahan

Ketua Ansor Kab. Tasik Sebut KEPGUB No. 443 Sebagai Produk ‘Sesat Pikir’ Ridwan Kamil

TASIKMALAYA,- Polemik blunder Keputusan Gubernur bernomor 443/Kep. 321-Hukham/2020 Tentang Protokol Kesehatan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren terus berlanjut.

Kini giliran Ketua Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim yang menyebut Keputusan Gubernur nomor 443 sebagai produk ‘sesat pikir’ Ridwan Kamil (RK). Hal itu disampaikan Asep Muslim ketika ditemui di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (14/06/2020).

Menurutnya, kalau RK mengatakan KEPGUB 443 tersebut untuk melindungi pesantren, seharusnya pernyataan diatas materai tersebut adalah pernyataan dari pemerintah atau institusi/orang luar pesantren, untuk melindungi pesantren.

“Logikanya sederhana saja, masa kita membuat pernyataan diatas materai untuk melindungi diri kita sendiri, tanpa surat pernyataan juga siapapun akan melindungi dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa format surat pernyataan tersebut menunjukan arogansi RK. Menurutnya dalam surat pernyataan tersebut RK seolah-olah memposisikan diri sebagai atasan pesantren.

“Dia memposisikan diri seperti ‘atasan’ dan pesantren ‘bawahan’, ini juga ‘sesat pikir‘ yang harus diluruskan. Pesantren itu mitra kerja pemerintah, bahkan kalau dirunut lagi, pesantren sudah berdiri jauh-jauh hari sebelum indonesia ini ada, bahkan pesantren adalah bagian dari pendiri republik ini,” ujarnya menegaskan.

Senada dengan Asep, Kasatkorwil Banser Jawa Barat Yudi Nurcahyadi ikut mengecam KEPGUB nomor 443 tersebut.

“Saya heran bisa muncul keputusan gubernur seperti itu di propinsi yang notabene memiliki jumlah pesantren yang sangat besar,” katanya.

Dari awal Yudi mengakui RK tidak memiliki desain terkait penanggualangan Corona di Pesantren. Bahkan Yudi menilai RK tidak memiliki perhatian kepada dunia pesantren.

“Tapi kalau sampai muncul keputusan seperti ini, jauh dibawah bacaan saya sebagai orang pesantren. Ini jelas mimpi buruk pesantren,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: