Kisah Sukses H Karno Dirikan PO Gapuraning Rahayu

oleh -

CIAMIS-Ciamis memang gudangnya pengusaha angkutan. Sebut saja PO Merdeka yang merajai usaha angkutan otobis (PO) pada tahun 1976. Ada juga PO Aladin, yang dirintis H Aceng Kendar, PO Harum, Suryabhakti, Budi Darma dan Gapuraning Rahayu. Dan yang sedang naik daun di era tahun 1990-an adalah PO Sumber Jaya dan Imas Putera.

Kali ini kita akan bahas sejarah  PO Gapuraning Rahayu atau lebih dikenal GR. PO GR didirikan pada tanggal 1 Januari 1977, atas prakasa H. Moch. Karno (almarhum). Markas utamanya di Jalan Stasiun No. 47 Ciamis dan di Jalan Raya Ciamis-Banjar kawasan Pamalayan. Ketika itu memang H Karno punya mimpi ingin memiliki bus yang banyak.

Awal pendirian PO Gapuraning Rahayu memang sangat sulit. Bermodal lima unit unit Micro Bis Mitubitsi Colt Diesel yang melayani trayek Tasikmalaya – Cirebon. Waktu itu memang usaha angkutan sangat menjanjikan. Penumpangnya masih banyak saingannya relatif terbuka. Makanya PO Gapuraning Rahayu setiap tahunnya mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Melihat peluang pasar yang sangat terbuka itulah pada tahun 1978 – 1979. Gapuraning Rahayu menambah dua unit armada baru. kali ini adalah jenis Mercedes Benz tahun 1977.Dan Bis Mitsubishi Fuso tahun 1978. Trayeknya pun masih melayani Tasik-Cirebon.

Perlahan tapi pasti usa PO Gapuraning Rahayu mengalami kemajuan. Melihat pasar atau permintaan konsumen. Pada tahun 1980-1982 Bus GR diremajakan. Sekaligus menambah trayek yang sama.Armada pada trayek yang sama yaitu Tasikmaya – Cirebon, dengan rincian sebagai berikut :

Peremajaan Armada 5 unit Bis Hino BX /th. 1980, mengganti 5 (lima) unit Micro Bis Mitsubitsi Colt Diesel sedangkan penambahan armada yakni 6 (enam) unit Bis Hino BX /th. 1981. Dengan demikian jumlah armada yang kami miliki sampai akhir tahun 1982 sebayak 13 (tiga belas) unit.

Baca Juga :  Deretan Kopi Arabika Indonesia yang Mendunia

Pada periode 1983 – 1985 PO. Gapuraning Rahayu melakukan perluasan trayek yang terdiri dari empat unit Bis Mitsubitshi BM /th. 1983, melayani trayek Tasikmalaya – Cirebon – Jakarta (Pulo Gadung) dan empat unit Bis Mercedes Benz OE /th. 1983, melayani trayek Banjar – Tasikmalaya – Jakarta (Cililitan). Usaha pun makin maju. Pada tahun Tahun 1986 – 1989 PO Gapuraning Rahayu kembali menambah armada dan perluasan trayek Purwokerto – Karangpucung – Tasikmalaya – Jakarta (Cililitan). Dan hampir setiap tahun PO Gapuraning Rahayu selalu menambah armada dan perluasan trayek.

Pada awal tahun 1995 ini PO. Gapuraning Rahayu kembali menambah armada baru dengan trayek Banjarsari – Merak, jumlah unit bis yang melayani sebanyak 3 (tiga) unit Bis Mitsubitsi Fitter /th. 1995. Nah memasuki tahun 1996 persaingan usaha angkutan semakin ketat. Pelayanan atau fasilitas bus pun kembali ditingkatkan.

Maka PO. Gapuraning Rahayu mengubah jenis pelayanan sebagian armada dari Ekonomi (bumel) menjadi Cepat Non Ekonomi (patas). GR adalah PO pertama di Tatar Priangan yang melayani Patas.

Makanya untuk memenuhi hal tersebut PO. Gapuraning Rahayu mengadakan perubahan trayek dan peremajaan sebagian armada dengan rincian pelayanan

sebagai berikut :

A. Perubahan Trayek
Trayek Semula
1. Tasikmalaya – Cirebon – Jakarta (Pulogadung)
2. Tasikmalaya – Cirebon – Jakarta (Pulogadung) – Merak
3. Banjar – Tasikmalaya – Jakarta (Kp. Rambutan)
Menjadi : Purwokerto – Tasikmalaya – Jakarta (Kampung Rambutan)

B. Peremajaan Armada
1. 4 (empat) unit bis Mercedes Benz Donking /th. 1996
2. 6 (enam) unit bis Mercedes Benz OH Interculler /th. 1997 (AC /

Eksekutif)
3. 10 (sepuluh) unit bis Mercedes Benz OH Interculler /th. 1997

Baca Juga :  Pemerintah Akan Mendata Batik di 74.953 Desa

Selanjutnya tongkat kepemimpinan perusahaan berpindah ke putranya. Hal ini mengingat H. Moch. Karno sudah sepuh. Lagipula H Karno melihat putranya Rony AB Karno sudah dianggap mampu untuk mengendalikan perusahaan.Di bawah kendali putranya, PO Gapuraning Rahayu berkembang pesat. (dab)

sumber: website gr

Berikan komentar