Ragam

KKNT IAIC Ajak Warga Desa Bercocok Tanam Isi Kegiatan Hindari Corona

PANGANDARAN – Ada yang beda dengan Mahasiswa institut Agama Islam Cipasung (IAIC) yang sedang melakukan KKNT di Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Dalam upaya mengisi kegiatan kesehariannya setelah adanya intruksi pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dengan adanya wabah corona yang sedang menjangkit negeri ini.

Meskipun demikian para mahasiswa tetap dituntut untuk melakukan kegiatan positif sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Salah satunya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan, seperti yang dikatakan Rizwan, mahasiswa yang menjadi peserta KKNT.

” Edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar tetap produktif walaupun pemerintah menyuruh untuk berdiam diri”, kata Rizwan.

Dibalik itu, menurutnya harus tetap ada aktivitas, apapun itu yang terpenting membatasi dulu di keramaian untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

” Ya tidak hanya rebahan saja, bisa bercocok tanam di halaman rumah atau lahan yang ada” tambahnya.

Ia menjelaskan beberapa manfaat yang bisa dihasilkan dari kegiatan bercocok tanam itu diantaranya :

  1. Bentuk olahraga supaya badan tetap bugar ketika dianjurkan untuk tidak berkegiatan di luar
  2. Keindahan yang di dapat dan pastinya mendukung program eco vilage yang di gaungkan di Kabupaten pangandaran
  3. Hasil dari sayuran yang di tanam selain untuk di konsumsi apabila ada jumlah lebih bisa juga di jual.

Hal ini direspon dengan baik warga setempat. Salah satunya Dachlan yang juga ketua Eco Village Desa Paledah. Menurutnya, ia merasa terbantu dengan adanya kegiatan KKNT mahasiswa IAIC.

“Saya pribadi mewakili masyarakat sangat mendukung inovasi dari mahasiswa tentang penanaman sayuran di halaman rumah, selain untuk mengisi kegiatan setelah adanya anjuran pemerintah tentang social distancing” kata Dachlan.

Baca Juga :  Pemudik yang Nekad Masuk ke Tasikmalaya Ditahan di Salawu

Selain itu, bercocok tanam ini merupakan program pemerintah.

” disamping itu, kami juga merasa terbantu dalam melaksanakan program pemerintah desa kami tentang eco village dan kami termotivasi untuk melaksanakan program eco village, rupanya tidak hanya tanaman hias saja yang ditanam di depan rumah untuk penghijauan akan tetapi sayuran pun bisa menjadi hiasan di depan rumah apabila di tanam dengan bagus dan memakai seni” pungkas Dachlan.

Penulis : Mesa

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: