Sejarah

Kontroversi Asal-Usul Tasikmalaya

Secara etimologis, terdapat dua pendapat mengenai asal-usul nama Tasikmalaya. Pertama, Tasikmalaya merupakan nama yang berasal dari kata “tasik” dan “laya”. “Tasik” diartikan sebagai keusik (pasir) dan “laya” diambil dari kata ngalayah yang berarti hamparan.

Dengan demikian, makna dari keusik ngalayah adalah hamparan pasir yang seolah-olah menutupi hampir seluruh wilayah yang sekarang bernama Kota Tasikmalaya. Hamparan pasir tersebut berasal Gunung Galunggung yang meletus pada tanggal 8 dan 12 Oktober 1822 (Ekadjati, 1975: 3; Marlina, 2007: 35; Permadi, 1975: 3).

Kedua, ada yang berpendapat bahwa nama Tasikmalaya merupakan gabungan dari kata “tasik” dan “malaya”. Tasik berarti telaga, laut, atau air yang menggenangi, sedangkan “malaya” mengandung arti jajaran gunung-gunung (Muller dalam Marlina, 2007: 35). Dengan demikian, “tasikmalaya” mengandung makna “gunung-gunung yang berjejer dalam jumlah yang banyak” seperti yang terungkap dalam pemeo “jajaran gunung-gunung teh lobana lir ibarat cai laut” yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat Tasikmalaya (Marlina, 2007: 35; Musch, 1917: 2002; Permadi, 1975: 3).

Dalam peta 1, hamparan perbukitan di sebelah tenggara gunung tersebut (Kota Tasikmalaya) terlihat dengan jelas sehingga memperkuat pendapat bahwa nama Tasikmalaya memiliki hubungan dengan ribuan bukit (gunung). Oleh karena itu, ungkapan jajaran gunung-gunung teh lobana lir ibarat cai laut bukan hanya sekedar pemeo belaka, tetapi mengandung makna bahwa ribuan bukit kecil yang terdapat di wilayah Tasikmalaya merupaan ciri khas geografis daerah tersebut. Bukit-bukit kecil itu sudah ada sebelum tahun 1822 sehingga letusan Gunung Galunggung pada tahun tersebut menguatkan identitas wilayah tersebut sebagai “wilayah sepuluh ribu bukit” yang maknanya melekat pada nama Tasikmalaya (Furuya, 1978: 591-592; Zen, 1968: 62).

Kalau mengacu pada kedua pendapat tentang asal-usul nama Tasikmalaya yang memiliki kaitan erat dengan letusan Gunung Galunggung tahun 1822,3 seharusnya nama tersebut baru dikenal setelah tahun 1822. Akan tetapi, nama Tasikmalaya telah digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda, setidak-tidaknya sejak taun 1820. Artinya, wilayah tersebut sudah bernama Tasikmalaya sebelum Gunung Galunggung meletus sehingga hamparan bukit yang melatarbelakangi penggunaan nama Tasikmalaya bukan berasal dari aktivitas Gunung Galunggung.

Baca Juga :  Di Hari Santri, Kantor PCNU Kota Tasikmalaya Disita Nahdliyyin

Hal tersebut diperkuat oleh catatan geologi bahwa keberadaan ribuan bukit yang “menutupi” wilayah Tasikmalaya disebabkan oleh aktivitas Gunung Guntur di Garut yang diperkirakan meletus hebat sebelum tahun 1822. (Bronto, 1983: 8). Dengan demikian, menurut pendapat penulis, nama Tasikmalaya menunjukkan hubungan yang erat dengan aktivitas dengan Gunung Guntur. Sementara itu, aktivitas Gunung Galunggung tahun 1822, memperkuat identitas atau ciri khas geografis wilayah Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: