©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Selasa, Mei 21, 2019
Internasional

Kopi Indonesia Laku 26,3 Juta Dollar di Amerika

JAKARTA – Kopi Indonesia tembus pasar dunia melalui Kementrian Pertanian untuk perdagangan kopi spesial.

Dalam acara Global Coffee Specialty Expo yang digelar selama 3 hari di Boston, Amerika Serikat itu memamerkan kopi, dari mulai jenis-jenis kopi, cara penyajian yang baik, dan kualitas kopi tersebut.

Menurut Hari, Atase Pertanian Indonesia, transaksi kopi Indonesia capai 26,3jt dollar dalam perhelatan itu.

“Rangkaian ini membawa Indonesia mencapai transaksi sebesar US$ 26,3 juta (Rp 360 miliar) khusus untuk kopi spesial,” ujar Atase Pertanian Washington, Hari Edi Soekirno.

Hari menambahkan “ada sekitar 13 ribu pengunjung dari total 75 negara peserta yang mengikuti acara tersebut. Indonesia sendiri mengirimkan 7 perwakilan, masing-masing dari CV Gayo Mandiri, Santiang Exports, Meukat Komoditi Gayo, PTPN XII, Gayo Bedetak Nusantara, Upnormal Coffee Roastery serta Tentera Coffee Roasters.Dalam kesempatan ini Indonesia juga mengikuti kejuaraan World Brewers Championship dan World Barista Championship,” ucapnya.

Ia pun menambahkan “Di sana, Attani beserta staf juga hadir dan berkolaborasi dengan pihak Atdag, ITPC dan KJRI. Kami melakukan berbagai kegiatan promosi komoditas kopi spesial kepada publik Amerika dan internasional,” ungkapnya.

Hari pun menjelaskan Secara global seluruh rangkaian acara itu fokus pada kepedulian penggunaan moneter pada isu lingkungan hidup dan fair trade. Dalam pembahasannya dalam forum tersebut dikemukakan bahwa semua pihak perlu berinvestasi pada infrastruktur untuk menumbuhkan sektor ekonomi dalam sebuah negara.

” Inilah yang dinamakan tingkat investasi publik, langkah ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat secara proporsional serta mampu meningkatkan kemampuan teknologi”.

Lebih dari itu, lanjut Hari, langkah itu diperlukan untuk meningkatkan tata kelola investasi infrastruktur dan nilai mata uang.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan Kementan dan Bappenas dalam mengajukan proposal program FFPr (Food for Progress) senilai USD 10-12 juta secara on time melalui pihak ketiga, baik NGO, universitas, maupun asosiasi terkait bidang hortikultura untuk diserahkan kepada USDA paling lambat 15 Mei 2019,” tuturnya.

Baca Juga  Kunjungi Keluarga Korban Penembakan PM Selandia Baru Kenakan Kerudung

Penulis : Hafid
Editor : Mesa
Sumber : detik

Tinggalkan Balasan