Peristiwa

Korban Penembakan Oknum Polisi Polreskab Tasik Ternyata Dua Orang, Satu Lagi Aktifis PMII

TASIKMALAYA,- Jika sebelumnya publik hanya tahu Sekretaris Desa Tanjungkarang Kecamatan Cigalontang, Cepi saja yang jadi korban penembakan Oknum Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya, ternyata salah karena jumlah korban adalah dua orang yakni satu lagi aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bernama Andi Wahyudin.

Andi sejak peristiwa itu Jum’at, 21 September 2018 malam masih dirawat di Rumah Sakit TMC sampai sekarang.

“Media Desa” pun menyambangi Andi bahwa ia dikeroyok oleh sekira 10 orang dengan mengendari mobil dan motor. Andi pasrah karena yang mengeroyoknya itu dikira komplotan begal.

loading...

“Ternyata yang mengeroyok saya itu katanya oknum dari Kepolisian yang merasa bahwa salah satu dari anggota mereka mobilnya hilang di lokasi kegiatan,” kata Andi, Kamis, 27 September 2018.

Menurut Andi bahwa dia dan Cepi tidak tahu kalau mobil yang dikemudikannya itu milik polisi. Pasalnya ketika dimasukin kunci juga lancar sehingga ia merasa mobil xenia tersebut mobil yang dituduhkan kawan Serikat Petani Pasundan (SPP) untuk membawa tamu.

“Nah saya tidak tahu kalau mobil milik SPP yang sebelahnya lagi karena memang ketika parkir ada dua mobil sama,” ujarnya.

Untuk itu, Andi menyerahkan kasus ini keranah hukum karena ia juga kaget mendapat perlakuan tidak manusiawi dari oknum-oknum polisi tersebut.

“Dicegatnya sih ditengah perjalanan menuju pulang di daerah Bukit Kacapi. Tiba tiba mobil kami dihadang oleh sekelompok orang yang tidak saya kenali, meraka langsung menodongkan pistol dan menyuruh sayah keluar, saat itu saya bersama dua orang teman yang satunya sekdes, Cepi yang menjadi korban penembakan juga dan temen yang satunya berhasil melarikan diri,” tuturnya.

Andi pun begitu kaget karena tanpa basa basi mereka langsung memukul tanpa ada kesempatan menjelaskan peristiwa sebenarnya.

Baca Juga  LBH Ansor, "Senjata Api Untuk Melindungi Nyawa Bukan Sebaliknya"

“Maka saya punya pirasat bahwa mereka itu begal sehingga saya memilih pasrah, eh ternyata polisi,” ucapnya. (MH)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close