Hukum

KPK Tetapkan Tersangka, Asep M Tamam : Pejabat Lain Jangan Merasa Aman

TASIKMALAYA – Minggu ini warga kota Tasikmalaya dikejutkan dengan adanya peristiwa penggeledahan ruang kerja Walikota, Dinas Sosial, RSUD dr Soekarjo dan Dinas PUPR serta penetapan tersangka walikota Tasikmalaya oleh KPK RI.

Penggeledahan yang dimulai Rabu 24 April pukul 09.00 sampai pukul 18.30 di bale Kota Tasikmalaya dan dilanjut esok harinya Kamis 25 April 2019 di lokasi yang lain menyita perhatian warga Tasikmalaya , hampir diseluruh jagat media social di Tasikmalaya membicarakan peristiwa tersebut.

Menanggapi hal ini pengamat sosial dan politik Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan bahwa masyarakat Tasikmalaya sangat dikagetkan dengan kejadian penggeledahan dan penetapan tersangka terhadap walikota Tasikmalaya oleh KPK ini, menurutnya hal tersebut bisa dilihat dari beragam ekspresi warga Tasikmalaya di berbagai media sosial.

“Kemarin Terjadi peristiwa yang betul-betul menggemparkan, membuat masyarakat dalam waktu yang cepat begitu umum merespon kejadian ini dengan berbagai perasaan, tentu kaget, kekagetan ini dalam satu hari hampir semua masyarakat tasik yang aktif di media sosial menyampaikan apa yang mereka rasakan ketika kepala daerahnya yang ditetapkan sebagai tersangka”.

Menurutnya ada masyarakat yang bahagia dengan kejadian ini, terutama para penggiat anti korupsi yang selama ini selalu mengalami kekecewaan karena berbagai laporan dan aduan mengenai dugaan korupsi yang selama ini seolah tidak direspon oleh Aparat Penegak Hukum (APH), namun sekarang kekecewaan tersebut seolah terobati dengan hadirnya KPK RI yang terjun langsung menangani masalah korupsi di Tasikmalaya .

“Berbagai kasus yang kemudian selalu berakhir dengan kekecewaan, tentu dengan kejadian ini menghentak membangkitkan harapan bahwa ternyata perjuangan para penggiat anti korupsi ini tidak sia-sia, kejadian ini juga membuktikan bahwa koruptor itu tidak sakti dan tidak kebal hukum”.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke-74, PMII dan KMRT Beri Catatan ke Polisi

Ia menambahkan bahwa bagi sebagian lain ada pula masyarakat yang sedih dengan kejadian ini, namun bukan sedih karena walikotanya ditetapkan sebagai tersangka tetapi sedih karena di kota mereka ada kasus korupsi.

“ Adapula yang sedih karena terbukti di kota Tasikmalaya ada kasus korupsi, kita sedih juga karena dengan kejadian ini beberapa bulan kedepan laju pembangunan di kota Tasikmalaya mungin tidak kondusif”

Namun menurutnya terlihat sebuah kesimpulan bahwa masyarakat Tasikmalaya menanggapi kasus yang sedang menimpa kepala daerahnya dengan sikap yang lebih dewasa, hal tersebut ditunjukan dengan kata-kata yang diunggah para netizen saat menanggapi kejadian kemarin.
“ Alhamdulillah ketika saya telaah, di setatus facebook para aktifis tasik mereka tetap bisa menjaga diri, menahan diri untuk membahasakan, menarasikan perasaan mereka dengan kata-kata yang baik, yang santun bahkan dengan nada mendoakan kebaikan bagi kepala daerahnya”

Menurutnya ada satu catatan penting dari kejadian ini yaitu bagi para pejabat yang mempunyai akses untuk bisa memperkaya diri dengan uang rakyat untuk senantiasa berhati-hati karena KPK hadir di Tasikmalaya bukan sekedar untuk menunjukan eksistensinya dalam hal pemberantasan korupsi tetapi juga untuk membangkitkan Aparat Penegak Hukum yang ada di Tasikmalaya.

“Tentu Kejari tidak akan diam, tentu kepolisian tidak akan diam, tentu lembaga-lembaga ini akan menyesuaikan dengan KPK sehingga masyarakat mempunyai teman seperjuangan, jadi para pejabat jangan merasa aman ketika melakukan sesuatu yang melanggar”, pungkasnya.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: