NasionalOpini

Kritik atas Pola Berfikir Para Pemegang Kebijakan

MediaDesa.id – Terdapat beberapa fakta kebijakan nasional yang meragukan, ini mengindikasik keselarasan pola berfikir para stake holder. Yang pada kenyataannya masih banyak ditemukan ketimpangan antara aturan yang berlaku dengan realita yang terjadi pada nyatanya. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tegaknya supremasi hukum, adanya jaminan stabilitas keamanan, meningkatnya produk komoditas ekspor, itu semua bagian dari ciri khas sebuah eksistensi negara.

Namun semuanya itu tidak bisa dijadikan patokan pasti maupun persyaratan bagi kekuatan hidup suatu bangsa. Ini berarti bahwa hidup suatu bangsa secara normatif mestinya tetap berada dalam kondisi berjuang, dan sebagai jaminan bahwa setiap denyutan nadinya yang mengalir darah dalam tubuh bangsa selalu diwarnai semangat pengorbanan rakyatnya.

Fakta yang sudah kita ketahui bersama, bahwa pendapatan seorang pemimpin perbulannya tidak kurang dari Rp 58.000.000,00 setelah kebutuhan rumah tangganya dicukupi dengan anggaran rumah tangga istana dan dana perjalanan dinas sebanyak Rp 52.000.000.000,00.

Ada sekitar kurang lebih 75.000.000 bayi yang tengah berjuang melawan maut karena terus-menerus didera bencana kelaparan yang serius, masih jauh dari sebuah negara maju, melainkan lebih mirip dengan negara kekuasaan dimana hukum lebih identik dengan kemauan para penguasa. Sehingga resiko besar kian menggerogoti yang terjadi di bawah adalah anarkis dan proses desintegrasi ini adalah bom waktu yang berarti berakhirnya sebuah negara kebangsaan jika tidak segera dicari solusi pasti.
Maka dari itu mari dari tangan kita bahu membahu membenahi hal paling kecil, dimulai dari keluarga kita, lalu di lingkungan sekitar, meski cara ini tidak instan akan mengubah negara, namun usaha kontinyu dan pasti akan menghasilkan sebuah hasil. (Dian M. Darda)

Baca Juga  Kenapa Kaum Terpelajar Kita Gampang Dikibulin?
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close