Kuantitas Guru di Indonesia Timur Masih Kurang

oleh -
Wamendes saat terima kunjungan dari Balai Pustaka

JAKARTA – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi menerima kunjungan dari delegasi Balai Pustaka di ruang kerjanya, Senin (1/3).

Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas tentang rencana launching desa digital di Sorong yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Selain itu, kedua pihak juga membahas terkait pilot project taman baca desa di Solo, serta platform digital berbasis offline, yaitu Edu BP.

Edu BP merupakan produk digital yang mampu menjangkau hingga sampai ke daerah 3T yang tidak tersentuh koneksi internet. Sehingga ketiadaan koneksi internet bukan suatu halangan dalam pemerataan literasi di Indonesia.

Wamendes Budi Arie menyambut baik konsep Edu BP ini. Ini bisa menjadi solusi ketimpangan pendidikan di Indonesia.

“Karena selama gurunya itu kurang (di Indonesia Timur) maka kemajuannya pasti akan jomplang,” ujar Wamendes.

Ia mengatakan, salah satu hal yang harus dilakukan dalam memajukan masa depan bangsa adalah meningkatkan kualitas dan menambah sumber daya guru, utamanya di daerah Indonesia Timur.

“Bayangkan di daerah-daerah Indonesia Timur, satu guru mengajar empat mata pelajaran, bagaimana bisa maju,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini, langsung dihadiri Direktur Utama Balai Pustaka, Achmad Fachrodji kemudian Sekretaris Perusahaan, Subiyanto serta Marketing Balai Pustaka, Rowy Febriyanto, Belinda Ayu dan Salma Syifani.

Dalam pertemuan ini juga, Balai Pustaka menyerahkan beberapa buku untuk Perpustakaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

(Didi/Rifqi/Humas Kemendes PDTT)

Baca Juga :  Dr. Ahmad Ibrahim Badry Pimpin Pascasarjana STHG Tasikmalaya

Berikan komentar