©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Jumat, April 26, 2019
Hukum

Kuwu Gatot Divonis 2 Bulan 20 Hari, Harusnya Bebas Selasa (16/04/2019)

TASIKMALAYA- Sidang Kepala Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Dede Gatot atau Kuwu Gatot di Pengadilan Negeri 1A Tasikmalaya Jln Siliwangi berakhir antiklimaks Senin (15/4/2019). Hakim memvonis 2 bulan 20 hari vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 5 bulan tahanan. Seharusnya Kuwu Gatot bebas Selasa (16/04/2019).

Namun menurut kuasa hukum terdakwa Jajat Sudrajat SH perkiraan hakim kuwu Gatot baru bisa dilepas setelah Pemilu yakni Sabtu 19/04/2019).
Menurutnya Kuwu Gatot ditahan sejak 28 Januari jadi hingga Senin (15/4/2019) lama penahanan kuwu Gatot sudah 78 hari.

“Perhitungan kami Kuwu Gatot harus sudah kelluart besok karena sudah menjalani masa tahanan 80 hari atau sesuai vonis  2 bulan 20 hari” katanya. Jika saja kuwu Gatot dilepas melebihi waktu sebagaimana putusan itu sudah pelanggaran hukum  Merampas kebebasan orang lain Pelanggaran hak azasi manusia
.Kami akan melakukan pengaduan ke KOMNAS HAM,” kata Jajat yang didampingi Andi Ibnu Hadi.

Persidangan kuwu Gatot memang sebelumnya menyita perhatian publik, kepala desa ini dituding melakukan penipuan oleh salah seorang pengusaha asal Sumedang. Sebaliknya Kuwu Gatot merasa tertipu karena justru dijanjikan proyek. Jaksa dalam kasus itu,

Ridwan mengatakan Kuwu Gatot mempunyai utang kepada pengusaha jasa konstruksi sebesar Rp 200 juta. Pembayaran dijanjikan kepada korban dengan catatan membangunkan jalan desa. Padahal, DG belum mempunyai uang untuk membayarnya. Kejadiannya sejak 2015, DG tak membayarkan utang walaupun jalan desa selesai dibangun hingga dilaporkan dan ditahan

Dalam persidangan terungkap bahawa saksi korban tidak professional sebagai pengusaha karena ada beberpa kejanggalankejanggalan Berdasarkan SPK di Cijaha padahal yang di kerjakan di sukahurip SPK awal 6200 sementara yang di kerjakan 900 kalau di persentasikan ternyata yang dikerjakan hanya 12 persen tinggal di hitung saja sementara terdakwa yang sudah di terima 85 Jt.

Baca Juga  Sejumlah Kasus di Tasik Lenyap Tanpa Kejelasan Hukumnya

Yang menarik selama sidang berlangsung warga Desa Simpang dan Desa tetangganya berduyun-duyun memberikan dukungan. Bahkan ruang sidang dibanjiri isak tangis warga desanya. Beberapa warga bergantian bahkan memeluk kepala desanya dengan bercucuran air mata setelah dan sebelum persidangan. Bahkan warga Simpang pun kompak bahwa masyarakat simpang akan mengganti. Sampai-sampai terjadi aksi simpati pengumpulan koin untuk Kuwu Gatot. (dar)

  • 40
    Shares

Tinggalkan Balasan