Desa

Lakpesdam NU Dorong Terbentuknya Desa Inklusi

TASIKMALAYA-Dalam rangka membentuk Desa Inklusi di kabupaten Tasikmalaya Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya mengadakan rapat koordinasi dengan Kader Pandu Inklusi Se-kabupaten Tasikmalaya di Hotel Mangkubumi pada Senin (1/7/2019)

Ajat Sudrajat Sekretaris Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa acara ini merupakan ajang refleksi, karena menurutnya masih banyak orang memandang konsep inklusi sosial hanya tentang pemberian layanan kepada penyandang disabilitas saja

” Padahal tidak demikian, konsep Inklusi sebenarnya bisa dipahami lebih luas lagi yakni sebagai pengakuan dan penghargaan atas keberagaman, tidak terbatas hanya untuk disabilitas saja,”katanya

loading...

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa masyarakat inklusi dapat dimaknai sebagai masyarakat yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan mampu mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun insfrastruktur yang ada pada masyarakat itu sendiri. Keberagaman disini meliputi agama, budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, termasuk perbedaan fisik/mental atau disebut disabilitas.

“Apabila keragaman ini mampu diterima dengan baik dan dianggap sesuatu yang wajar maka masyarakat akan membangun sistem layanan, interaksi dan fasilitas yang memudahkan bagai semua orang termasuk orang-orang yang mempuyai hambatan dan kebutuhan khusus,”

Ia juga mengatakan bahwa rapat Koordinasi Kader Pandu Inklusi Tasikmalaya ini bertujuan untuk menguatkan jaringan kader Pandu Inklusi dalam mendorong gerakan inklusi social berbasis masyarakat Desa serta merumuskan Role Model Desa Inklusi di Tasikmalaya

“Selanjutnya LAKPESDAM akan melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap peserta, sesuai dengan zonasinya masing-masing.”

Wakil Ketua Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya Yudi Supriyadi menambahkan bahwa sebuah desa tidak bisa dikatakan maju jika desa tersebut belum menjadi desa inklusi

“Yang dikatakan desa maju itu khan harus bersama, tidak boleh ada masyarakatnya yang ketinggalan, artinya semua harus bisa didorong untuk maju, apakah itu perempuan nya, anak-anaknya, penyandang disabilitasnya bahkan kelompok minoritasnya juga harus didorong untuk maju”pungkasnya.

Baca Juga  Jalan Berliku Pemekaran Tasik Selatan

Penulis: Budi

Editor: Mesa

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close