Hukum

LBH Ansor Jabar Menuntut Polres Kota Banjar Tindaklanjuti Laporan Polisi Terduga MG

BANJAR – Pada hari Rabu 9 September 2020 PC GP Ansor Kota Banjar telah membuat Laporan Kepolisian pada Kepolisian Resort Kota Banjar atas dugaan perbuatan Ujaran Kebencian yang mengakibatkan keresahan masyarakat yang dilakukan oleh akun FB atas nama MG, atas konten yang telah dibagikannya.

Konten tersebut mengatakan “Herder herder peliharaan istana…” yang di bawahnya dimuat foto-foto yang salah satu foto tersebut adalah foto Ketua Umum PP GP ANSOR, Gus Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Andi Ibnu Hadi, S.H., M.H. Wakil ketua LBH GP Ansor Jawa Barat, perbuatan tersebut sudah membuat keresahan di masyarakat.

” Bahwa perbuatan MG secara jelas dan nyata telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik” kata Andi.

Sebagaimana dalam Pasal Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disebutkan, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Selanjutnya dalam Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dinyatakan, “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.”

Sehari setelah melaporkan MG, tepatnya hari Jumat tanggal 11 September 2020 sekitar pukul 22.30 WIB Ketua PC GP Ansor Kota Banjar mendapatkan persekusi dan ancaman kekerasan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan FPI bersama rekan-rekan MG.

Baca Juga :  Isu Kader PDIP yang Mendukung Paslon Lain Bukan Kader PDIP

Hal tersebut telah menimbulkan reaksi dari kalangan masyarakat, nahdiyin, GP Ansor dan Banser. Sebelumnya sekitar pukul 20.00 WIB sdr. Muhsin (Kepala DPW BIF FPI) silaturahmi ke rumah Sekretaris PC GP Ansor, Ahmad Muhtar.

Kedatangannya sebagai Muhibbin MG (setelah siang harinya bertemu dengan MG) bermaksud menanyakan kronologis dan kebenaran berita pelaporan MG dan menyampaikan pesan MG.

“sangat menyayangkan kenapa engga tabayun dulu” kata sdr Muhsin.

Ahmad Muhtar pun justru bertanya-tanya siapa pemilik akun tersebut.

“kita mau tabayun kemana, kita juga belum tahu siapa yang punya akun tersebut, kita melaporkan pemilik akun atasnama MG bukan melaporkan MG, dan kalaupun itu memang punya beliau, harusnya beliau yang datang ke kita menjelaskan kenapa nge-share hal semacam itu (yang jelas memuat ujaran kebencian dan melanggar UU ITE)” kata Ahmad, menerangkan.

Pada hari Minggu tanggal 13 September 2020 sekira pukul 20.00 WIB Ketua PC GP Ansor Kota Banjar diundang ke rumah KW dan disitu telah berkumpul beberapa orang yg diantaranya adalah MG, pada pertemuan itu ketua PC Ansor Kota Banjar diminta untuk mencabut laporannya di Kepolisian Resort Kota Banjar.

Namun saat itu Ketua GP Ansor Kota Banjar menolak untuk mencabut laporan tersebut, karena hal itu harus dimusyawarahkan dulu secara organisasi.

Meskipun secara pribadi Ketua GP, Ansor Kota Banjar telah memaafkan atas perbuatan MG tersebut.

” Walaupun pada saat itu MG tetap tidak mengakui kalau dirinya telah mengeshare konten tersebut, walau dirinya membenarkan kalau akun FB tersebut adalah miliknya” terang Suprianto, ketua GP Ansor Kota Banjar.

Pada hari Senin tanggal 14 September 2020 Kepolisian Resort Kota Banjar memanggil MG, untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Banyak Kades Terjerat Hukum, LBH Ansor: Akibat dari Ketidaktahuan

Pada kesempatan tersebut MG yang didampingi FPI dan LPI (mengatasnamakan forum umat Islam) mengklaim bahwa dirinya tidak mengakui telah mengeshare konten tersebut serta merasa dizholimi dan menyampaikan telah islah dengan ketua PC GP Ansor.

Berdasarkan kronologis dan fakta-fakta tersebut diatas dengan ini Lembaga Bantuan Hukum PW. GP. Ansor (LBH GP. Ansor) Jawa Barat menyatakan dan menuntut :

  1. Kepolisian Resort Banjar menindak tegas tindak pidana ujaran kebencian yag dilakukan oleh pemilik akun Facebook atas nama Muchtar Gozali menurut hukum yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  2. Kepolisian Resort Banjar menindak tegas secara hukum orang perseorangan atau organisasi yang mengatasnamakan FPI yang telah melakukan persekusi dan aancaman kekerasan terhadap Ketua GP. Ansor Kota Banjar sebagaimana diatur dalam Pasal 335 KUHPidana.
  3. Untuk dan atas nama segenap Pengurus dan Anggota GP. Ansor Jawa Barat dengan ini LBH GP. Ansor Jawa Barat menyatakan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi islah antara Pelapor dalam hal ini Ketua GP. Ansor Kota Banjar dengan Terlapor MG.

(Mesa)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: