Peristiwa

LBH Ansor, “Senjata Api Untuk Melindungi Nyawa Bukan Sebaliknya”

TASIKMALAYA,- Aksi sepihak oknum Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya yang memukul serta menembak Sekretaris Desa, Tanjungkarang Cigalontang, Cepi dan Aktifis PMII, Andi Wahyudin pada Jum’at, 21 September 2018 lalu, dikecam LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya.

LBH Ansor siap mengawal kasus ini dan mendorong Kepolisian untuk menindak anggotanya yang bekerja diluar standar operasional penggunaan senjata api.

“Penggunaan senjata api itu upaya akhir dengan tujuan melindungi nyawa, bukan bertujuan menghilangkan nyawa. Apalagi kejadiannya seperti itu. Saya jadi heran jangan-jangan terhadap pelaku kejahatan juga bisa seperti itu, seenaknya mukul dan nembak,” kata Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep A Rofiek, Kamis, 27 September 2018.

Menurut Asep, selaku anggota kepolisian pasti sangat tahu dan paham tentang aturan yang dibuat pemimpin tertinginya yaitu Kapolri. Dalam Perkapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Perkapolri No. 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian diatur terkait itu.

“Pasal 47 Perkapolri Nomor 8 tahun 2009 poin satu bahwa Penggunaan senjata api hanya boleh digunakan bila benar-benar diperuntukkan untuk melindungi nyawa manusia dan poin duanya digunakan hanya dalam menghadapi keadaan luar biasa, membela diri dari ancaman kematian dan/atau luka berat, membela orang lain terhadap ancaman kematian dan/atau luka berat dan sebagainya. Nah apakah Cepi dan Andi mengancam kematian Bapak-bapak ?,” ujar Asep kesal.

Untuk itu, LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya sangat mengecam dan mengutus keras aksi oknum tersebut dan meminta Kepolisian juga terbuka pada publik.

“Pak, senjata itu dibeli uang rakyat, masa untuk melukai rakyat juga?. Apalagi dengan mengabaikan protap yang dibuat dilingkungan sendiri,” tuturnya.

Baca Juga  Gara-gara Pakai Kaos Capres, Buruh Bangunan Dikeroyok Masa

Atas insiden ini, LBH Ansor pun sebagai Tim Kuasa Hukum korban juga akan mengawal tuntas penembakan ini karena jelas ada prosedur yang diabaikan oleh oknum polisi sendiri. (Budi)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close