Budaya

Lestarikan Budaya Endatu, Pijay Gleeh Ajak Warga Gotong Royong

PIDIE JAYA – Komunitas Pijay Gleeh, kembali melaksanakan aksi gotong royong bersama dengan warga Gampong Mee Peudeuk Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (26/07).

Menurut Fauzi M. Daud, Anggota Komunitas Pijay Gleeh, aksi kali ini melibatkan relawan lintas Komunitas dan Anggota TNI KoramilTrienggadeng yang mempunyai tujuan yang sama, turun ke gampong-gampong membaur dengan masyarakat, untuk membangkitkan kembali semangat kegotongroyongan yang sudah mulai terkikis.

Pihaknya, mengajak Masyarakat Gampong Mee Peuduek Kecamatan Trienggadeng, untuk sama-sama membersihkan sampah plastik dan sampah lainnya dilingkungan masyarakat dan fasilitas umum.

Alhamdulillah, semangat gotong royong warga Mee Peudeuk hari ini sangat luar biasa, banyak sampah plastik ďan sampah lainnya yang berhasil kami angkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), kata dia.

“Selayaknya kita saling membantu dan bekerja bersama-sama untuk terwujudnya Pidie Jaya yang Gleeh (Bersih) dengan semangat kebersamaan dalam bergotong royong,” sebut Fauzi.

Selain itu, tambah Alumnus IAIN Ar-Raniry Jurusan Filsafat ini, semangat gotong royong perlu kita jaga dan lestarikan, karena ini merupakan warisan endatu, dulu orang tua kita dalam kegiatan bersama ini sangat kompak, baik itu dalam hal membangun tempat ibadah maupun fasilitas umum lainnya, kata Fauzi..

Dulu Endatu kita bergerak bersama dalam satu kata, “Oop Baten Sama Rata Hayoo” ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang patut kita tiru dan warisi, ujar Fauzi.

Semangat gotong royong harus terus kita tingkatkan, mengingat banyaknya masyarakat kita sudah mulai cuek dengan budaya gotong royong, entah karena dulu pasca tsunami masyarakat aceh di bayar saat membersihkan gampong dan lingkungan sendiri, ungkapnya.

Hal ini sangat kita sayangkan, budaya gotong royong berbayar harus sama-sama kita hilangkan, agar semangat dan budaya gotong royong yang diwariskan endatu kita dapat tumbuh kembali, ucap Fauzi dengan penuh harap.

Baca Juga :  FBTI Kecam Penyegelan Makam Sesepuh Adat Sunda Wiwitan

“Jika hal ini terus dibiarkan, kedepannya yang gotong royong hanya orang-orang miskin, orang kaya pasti tidak akan mau bergotong royong lagi, karena sudah diukur dari sisi materi. Hal yang seperti ini, akan mengikis kekerabatan dan kebersamaan dilingkungan masyarakat,” ungkap Fauzi.

“Relawan dan Masyarakat Pidie Jaya sudah seharusnya secara bersama-sama menjaga kebersihan untuk meciptakan lingkungan yang bersih, indah, rapi, asri dan sehat demi terwujudnya Pidie Jaya bebas sampah,” lugas alumni SMAN 419 Meureudu tersebut.

Terkait dengan persoalan sampah di Pidie Jaya, merupakan tanggung jawab kita bersama, kita harus sama-sama mencari solusi, salah satu solusinya, ungkap Fauzi, dengan membangun kesadaran diri dan keluarga kita agar tidak membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya, ajak Fauzi M. Daud.

Dikatakatannya, saat melaksanakan aksi gotong royong, Warga Gampong Mee Peuduek, terlihat taat melaksanakan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan sarung tangan, agar terhindar dari covid-19.

“Dengan lingkungan bersih dan sehat, Inshaa Allah kita semua akan dapat melawan Covid-19,” tutup Fauzi.

(Teuku Saifullah)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: