Desa

Lewat Dana Aspirasi, Desa Dijadikan Pundi Penghasil Rupiah

TASIKMALAYA – Kabupaten Tasikmalaya diramaikan dengan kasus-kasus korupsi dana aspirasi yang turun ke desa. Hal ini sangat disayangkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Tasikmalaya.

Hal tersebut yang diungkapkan Diki Rikiwa, Wakil Ketua PC PMII Kabupaten Tasikmalaya (01/07/2019). Hal ini memalukan bagi Kabupaten Tasikmalaya, menurutnya praktek tersebut menimbulkan kerugian negara yang cukup besar dan terjadi di Tasikmalaya bahkan mencoreng predikat kota santri yang religius.

“ Kasus korupsi dana aspirasi telah menyalahgunakan wewenang kekuasaan yang telah diamanatkan oleh rakyat” papar Diki.

Menurutnya dana aspirasi seharusnya bisa membuat rakyat sejahtera, bukan malah sebaliknya.

” Padahal dana aspirasi harus berupaya menyejahterakan masyarakat melalui berbagai kebijakan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi legislatif ” tambahnya.

Untuk mengungkap kasus ini, lanjut Diki, harus dilihat dari hulu dan hilirnya. Karena masalah ini mungkin tidak hanya melibatkan beberapa pihak saja, namun harus dilihat dalam konstruksi hukumnya juga” tambahnya.

” Kasus ini harus segera ditangani, diaudit secara investigatif sebagai upaya kontrol sosial terhadap pengelolaan dana publik” pungkasnya.

Penulis : AZ
Editor : Mesa

Baca Juga  Lomba Ngobeng dan Nasi Lemeng Meriahkan HUT RI Ke-74 di Langkaplancar
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close