©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Rabu, Juni 26, 2019
Politik

LKKP : Wacana People Power Picu Kekhawatiran Kegaduhan Nasional

BANDUNG – Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP) Jawa Barat, Feri Adiyana Slamet menganalisis skenario dibalik rencana people power yaitu akan mencederai people’s sovereignty pasca pemungutan suara dan Pra Penetapan Hasil Pilpres 2019.

Alih-alih penetapan hasil rekapitulasi KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti akan ditolak kubu Parabowo Sandi, hal itu sangat mencederai Demokrasi konstitusional, yang menitik beratkan sengketa apapun harus diselesaikan secara damai dan terlembagakan melalui institusi yang mempunyai Tupoksi seperti Mahkamah Konstitusi.

Hal tersebut dikarenakan hasilnya sudah terlihat melalui rekapitulasi yang dilakukan KPU RI baik secara manual maupun di situng KPU, karena kubu Prabowo Sandi sangat susah mengubah hasil pemilu secara konstitusional sehingga satu-satunya cara yaitu ditempuh dengan jalur inkonstitusional.

“Ada upaya-upaya untuk membuat suasana lebih mencekam, dan seolah-olah akan mengganggu stabilitas politik, keamanan dan ekonomi sehingga timbul keresahan publik”, kata Feri Adiyana.

Lebih lanjut dosen Komunikasi Politik FISIP Unpas ini mengatakan apa lagi di Jawa Barat yang kemudian basis pendukung Prabowo Sandi yang kemungkinan mudah tersulut.

Himbauan untuk Masyarakat Jawa Barat tidak ikut terprovokasi dan ikut aksi people power tersebut sudah dilakukan oleh Kapolda Jawa Barat dan Kapolrestabes yang mewakili toll of The State sangat bagus.

Karena himbauan tersebut mengingatkan masyarakat Jawa Barat dan Kota Bandung Khususnya akan permasalahan tersebut, apa lagi MUI Jawa Barat sudah mengeluarkan statement bahwa bisa saja people power itu haram.

Masalah tersebut, kata Adiyana merupakan wujud dari bahwa people power akan menimbulkan keresahan dan akan merugikan masyarakat itu sendiri, dalam mekanisme demokrasi juga.

” Menggunakan jalur kekuatan masa tidaklah mencerminkan Demokrasi yang Rasional, Normal dan Proprosional, saya imbau untuk seluruh masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung untuk menjaga silih asah, silih asuh dan silih asih dalam bingkai Kesundaan”, pungkas Adiyana.

Baca Juga  Warga Ahmadiyah Memandang Golput Bukanlah Solusi

Penulis : AZ
Editor : Mesa

Tinggalkan Balasan