Desa

Lomba Kampung Sehat Desa Cukangjaya Sehat Sukses Satukan Warga

TASIKMALAYA –  Penilaian lomba kampung sehat dimulai dari Kampung Legok Awi, RT 002 Dusun Cikaso. Sejak pagi pukul 06.00 WIB. Kostaman, Ketua RT 002 bersama beberapa orang warga sudah terlihat berada di lokasi penyambutan untuk melakukan persiapan terakhir.

“Ya, kami sedang melakukan persiapan terakhir sekaligus bersama warga menyapu halaman bale sawala” jelasnya.

Tamu yang ditunggu pun akhirnya datang, rombongan panitia, penilai dan pemantau yang terdiri dari Kasi PMD Kecamatan, Pendamping Desa, Babinsa, unsur pemdes, BPD, LPM, MUI, Karang Taruna, Bidan Desa, Posyandu, dan KKN dari Universitas Siiwangi Tasikmalaya tiba dilokasi tepat pukul 07.30 WIB.

Begitulah fenomena pagi tanggal 10 Agustus 2020 di kampung legok awi, kampung yang menjadi lokasi pertama yang dikunjungi tim penilai di hari kedua penyelenggaraan lomba kampung sehat Desa Cukangjaya.

Sesuai dengan konsep awal, lomba kampung sehat ini adalah kegiatan yang mendorong masyarakat supaya tidak hanya sehat fisik, tetapi juga sehat jiwanya.

Ani, Kepala Desa Cukangjaya menegaskan bahwa kegiatan lomba kampung sehat ini cukup menguras tenaga dan pikiran para warga masyarakat.

” Kami berkomitmen untuk menjadikan kampung sehat sebagai salah satu bentuk evaluasi langkah kebijakan pemerintah desa yang telah dilakukan” tuturnya

Sebagai mana kita ketahui bersama, lanjut Ani menuruturkan, perjalanan menuju desa mandiri adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

” Kami sangat yakin dan percaya, bahwa partisipasi masyarakat adalah fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian desa. Menurut hemat kami, desa yang memiliki pendapatan asli desa yang tinggi, belum dikatakan desa mandiri jika partisipasi masyarakat masih kurang” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah desa jangan hanya peduli pada PAD saja, namun harus peduli dengan masyarakat.

Baca Juga :  Kades di Palembang Dibui Korupsi 119 Juta

” Ketika pemerintah desa hanya berfokus pada peningkatan pendapatan aslinya saja tanpa memperkuat partisipasi masyarakat, maka hal itu bagaikan buih ditengah lautan, terombang ambing dan sia-sia. Oleh sebab itu, fondasi tersebut harus dibangun dengan sekuat-kuatnya supaya tidak roboh diterpa angin badai” terang Ani.

Berbicara tentang desa adalah berbicara tentang masa depan. Apa yang menarik dari desa? Salah satunya adalah nilai-nilai yang tertanam di masyarakat desa masih bersifat orisinil dan perlu dipertahankan. Nilai budayanya, gotong royongnya, tenggang rasanya, kerarifan lokalnya adalah energi yang kuat yang menjadi sumber utama bagi desa menuju proses perubahan positif.

Betul, seperti kata Bung Hatta “𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘰𝘣𝘰𝘳 𝘥𝘪 𝘑𝘢𝘬𝘢𝘳𝘵𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯-𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘴𝘢”.

Anggaran yang dilimpahkan ke desa dengan jumlah yang besar menjadikan desa bertransformasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Merupakan hal yang wajar ketika pandangan saat ini banyak diarahkan ke desa, sebab desa memiliki pesona yang indah dan pemerintah desa harus mampu berinovasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desanya. Visi misi desa harus menjadi jawaban atas persoalan masyarakat, langkah-langkah strategis harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan diikuti oleh pelibatan masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

Menurut Ahmad, peserta lomba kampung sehat, banyak persiapan yang dilakukan agar segala sesuatunya matang dan maksimal.

“Persiapan saya bersama warga masyarakat sudah lebih dari 2 minggu, dimulai dari 𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘢𝘸𝘪 (mengambil bambu), kemudian membuat pagar, menyiapkan apotik hidup, menata taman bermain anak dan banyak lagi deh. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi warga kami”, ungkap Ahmad, Ketua RT 010 Kampung Jambudipa Dusun Bebedahan.

Baca Juga :  Warga Desa Cikawungading Ikuti Senam Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Partisipasi masyarakat, sangat kental terasa dalam lomba kampung sehat ini. Masyarakat bahu membahu menerapkan konsep kampung sehat sesuai ciri khas masing-masing. Pelibatan masyarakat mulai dari pemuda, perempuan, anak-anak melakukan kerjasama satu sama lain demi terciptanya kampung yang benar-benar sehat jasmani dan rohani.

Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan lomba kampung sehat ini, terutama bagi pemerintah desa, diantaranya:

  1. Sebagai alat ukur evaluasi kebijakan yang telah dilaksanakan;
  2. Sebagai salah satu instrumen perencaaan program kebijakan di tahun mendatang;
  3. Sebagai salah satu bentuk upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat;
  4. Memperoleh saran dan masukan dari masyarakat demi kebaikan desa di masa yang akan datang.

” Manfaat utamanya adalah terjalin ikatan batin yang kuat antara pemerintah dengan rakyatnya” tutup Ani.

(Mesa)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: