©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Rabu, Juni 26, 2019
Pemerintahan

Mahasiswa Langkaplancar Minta Keadilan, Pemda Seolah Cuci Tangan

PANGANDARAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (IKMAL) menuntut keadilan untuk daerahnya yang dianggap masih termarjinalkan dari segi infrastruktur.

Untuk menyalurkan aspirasinya tersebut, mereka melakukan audiensi dengan stakeholder terkait dan DPRD Kabupaten Pangandaran pada Selasa 11/6/2019.

Di forum yang digelar di kantor DPRD itu hadir di tengah keterwakilan dari Dinas Perhubungan dan PLN Kabupaten Pangandaran. Namun sayangnya pertemuan itu tidak dihadiri anggota dewan yang merupakan tuan rumah gelar audiensi.

Dalam tuntutannya, mahasiswa yang dimotori oleh Imam Farid ini menyampaikan beberapa permasalahan yang dianggap mendesak untuk keperluan di Langkaplancar.

“Satu, menyoal listrik yang sering mati mendadak, ini sangat merugikan bagi masyarakat secara langsung selaku konsumen yang memiliki hak sama dengan masyarakat yang lain di sekitar Pemda Pangandaran” ujar Imam.

Kedua, lanjut Imam, terkait PJU di Langkaplancar yang bisa disebut sangat langka. Padahal menurutnya kalau menimbang aspek objektif, Kecamatan Langkaplancar adalah kecamatan yang paling memerlukan penerangan.

Namun sayang, ternyata pihak PLN dan Dishub Pangandaran tidak mampu berbuat banyak, mereka pun menolak berkomitmen untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik diatas fakta integritas yang dibawa mahasiswa, bahkan mereka malah melempar masalah ini kepada Komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran.

Terakhir mahasiswa ini menyoal masalah pelindungan hutan yang ada di Langkaplancar.

Menurut Imam sering terjadi perusakan bahkan pencurian tapi seolah-olah dibiarkan begitu saja.

“Kita berharap, Bupati Pangandaran segera merespon hal ini, karena hal ini bisa dikatakan mendesak untuk Langkaplancar” tambahnya.

Imam menyayangkan perhatian Pemda Kabupaten Pangandaran hanya terfokus di wilayah pantai sementara wilayah yang lain bak dianak tirikan.

“Jangan hanya pembangunan di bibir pantai yang diprioritaskan, lampu disana berjejer bak lampu taman, sesekali kita lihat jarak antar lampu cuma 1 meter dari yang lain, sepeti di depan mesjid agung Parigi, kami juga masyarakat Kabupaten Pangandaran pak, jadilah bupati yang adil” pungkas Imam.

Baca Juga  Bupati Terpilih Ciamis: Dilantik Kapan Saja Siap, Pendukung Sabar

Penulis : Budi
Editor : Mesa

Tinggalkan Balasan