Kampus

Mahasiswa STITNU Alfarabi Pangandaran Harus Peka Keringat Rakyat

PANGANDARAN, (MD).- Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Pangandaran lain daripada yang lain.

Para Mahasiswa lebih diperkenalkan pada soal kepekaan Mahasiswa sebagai agen perubahan serta tentang ke Nahdlatul Ulamaan.

Perkenalan akan kepekaan masalah rakyat tersebut disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Langkaplancar Pangandaran, Imam Farid dan Ketua GP Ansor Pangandaran, Encep Najmudin.

loading...

Imam maupun Encep menekankan bagaimana peran Mahasiswa dari masa kemasa dalam mengawal Indonesia.

“Intinya Mahasiswa tidak boleh elitis. Mentang-mentang menyandang gelar Maha, lupa akan pijakan awal. Apa itu?. Ya pijakannya rakyat,” kata Imam, Senin (17/9/2018).

Menurut Imam, kampus bukan hanya sebagai tempat belajar tapi juga melatih kepekaan rasa. Bagaimana persoalan rakyat dikaji mahasiswa yang selanjutnya didampingi dengan menggali solusi.

“Maka Mahasiswa STITNU Alfarabi ini harus peka akan keringat rakyat. Karena salah satu pengabdian kampus untuk mengabdi pada rakyat,” ujarnya.

Ketua STITNU Alfarabi, Asep Saepurahman menjelaskan bahwa OSPEK menjadi bagian awal proses akademik kampus. Sudah empat tahun berdiri harus bermanfaat bagi warga NU.

“Karakter NU inilah ciri STITNU yang artinya unsur ke NU an tetap jadi identitas mahasiswanya,” kata Koordinator Kopertis 2 Jabar Banten, Deden Sumpena menambahkan.

OSPEK Mahasiswa STITNU Alfarabi diikuti 44 Mahasiswa dan 33 Pengurus BEM STITNU. Disaksikan langsung Rais Syuriah PC Nahdlatul Ulama Pangandaran serta para dosen dan unsur pimpinan. (Mif)

Baca Juga  Presiden Mahasiswa STAI Tasik Desak BPJS Benahi Manajemen
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close