Peristiwa

Masjid Ahmadiyah Hendak Ditutup Pemkab, Ketua PMII Kab. Tasikmalaya : Eweuh Gawe!

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat) berencana mau menyegel Masjid Al-Aqso milik jemaat Ahmadiyah di Kampung Badakpaeh, Cipakat, Kecamatan Singaparna. Penyegelan itu, dihadang dan mendapat perlawan dari Aliansi Masyarakat Sipil dan Organisasi Bantuan Hukum se-Tasikmalaya.

Kejadian itu, terjadi pada Sabtu (4/4/2020), kemarin. Dimana saat itu, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Singaparna didatangi tim Bakorpakem dan memberikan Susat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh Bupati Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya tentang “Penolakan Renovasi Masjid, Pembangunan Menara dan Sarana Ibadah Serta Kegiatan Dakwah JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia) di Kp. Badakpaeh, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PMII Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Multazam menyesalkan tindakan PEMKAB dan dan BAKORPAKEM yang seharusnya hari ini fokus menangani masalah Covid 19 khususnya di Kab. Tasikmalaya, bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus, strategi pencegahan, menyiapkan stok pangan jika memang sewaktu-waktu di butuhkan. Dan realokasi anggaran yang tepat sasaran untuk penanganan Covid-19. Bukan malah melakukan Rapat Serius untuk hanya akan menyegel satu masjid.

Penyegelan Mesjid Ahmadiyah di tengah pandemi virus Covid-19 hanya akan menimbulkan virus baru, virus radikalisme, virus intoleransi yang seharusnya Pemerintah Kabupaten dan BAKORPAKEM menjadi garda terdepan untuk melawan itu.

(Mesa)

Baca Juga :  Pemkot Tasikmalaya Harus Terbuka Terkait Wabah Corona

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: