Peristiwa

Massa PMII “Ontrog” Mapolres, Kapolreskab Tasik Akui Anak Buahnya Salah

TASIKMALAYA,- Ratusan Massa gabungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Ciamis mendatangi Mapolres Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Mangunreja, Jum’at, 28 September 2018.

Mereka masuk ke halaman Mapolres dengan pengawalan ketat setelah memparkir motor di halaman Masjid Besar Mangunreja.

Massa pun berorasi yang intinya menuntut tindakan tegas Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo, S,Ik menuntaskan kasus penembakan yang menimpa rekan sesama aktifis PMII.

Kapolres dituntut terbuka perihal sudah sejauh mana penanganan kasus penembakan yang melibatkan anggotanya itu dan harus siap mundur jika tak berani mengungkap peristiwa tersebut.

Tak hanya itu, perwakilan massa melalui Korlap Aksi, Diki Rikiwa menyampaikan laporan resminya atas insiden tersebut. Dibacakan dihadapan umum bahwa LBH PMII Kabupaten Tasikmalaya secara resmi melaporkan tindakan biadab oknum Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo, S.Ik langsung menerima massa PMII. Ia meminta waktu karena proses tersebut sedang dijalani yang salah satunya menunggu keterangan ahli kedokteran menyangkut visum korban.

Ia pun mengakui tindakan anak buahnya salah serta siap melepas jabatan jika kasus ini tidak tuntas.

“Beri kami kesempatan waktu karena masih menunggu keterangan ahli kedokteran,” ujarnya.

Menurut Anton, pihaknya meralat bahwa yang terlibat dalam penembakan terhadap Sekdes Tanjungkrang dan seorang Aktifis PMII bukan tujuh orang. Melainkan lima orang karena yang dua orang adalah tukang ojeg yang menemani lima oknum polisi tersebut.

Untuk itu, Anton berjanji mengabulkan tuntutan PMII dan siap mundur jika terbukti tidak memproses kasus ini.

Mendengar pengakuan tersebut, massa PMII pun segera mencatat dan merekam janji Kapolres karena laporan ke Irwasda, Kapolda, Kapolri sudah dilayangkan, termasuk ke ombudsman.

“Saya juga menyesali serta meminta maaf atas tindakan anak buah saya. Ini tanggungjawab saya dan proses sudah masuk akhir penyidikan,” ucap Kapolres menambahkan.

Sebelumnya massa PMII gabungan tiga daerah berkumpul di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Badak Paeh. Mereka juga berjanji akan berdemonstrasi kembali jika apa yang dijanjikan Kapolres tidak terbukti. (Budi/MH/Anita)

Baca Juga  Kades Digrebek Warga Saat Indehoy Di Rumah Janda
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close