Kampus

MATAMA di Kampus IAIC

TASIKMALAYA – (MD), Kampus Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) mengadakan acara kuliah Ta’aruf sebagai masa pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Kuliah Ta’aruf ini dilaksanakan setahun sekali pada masa penerimaan mahasiswa baru. Tahun ini acara Kuliah Ta’aruf di IAIC disebut Masa Ta’aruf Mahasiswa (MATAMA).
Acara MATAMA dilaksanakan dua hari, hari rabu dan kamis tepatnya tanggal 05-06 september 2018. Tema MTAMA tahun ini “bersatu dalam tekad, berjamaah dalam ibadah dan berkarya untuk bangsa”. “Dengan adanya tema tersebut diharpkan seluruh mahasiswa IAIC memiliki tekad yang sama dan tujuan yang sama, sehingga bisa berkarya dan beribadah bersama untuk kemajuan IAIC.” Ujar Ulfah Nursolihat selaku bendahara kegiatan MATAMA.
Kegiatan MATAMA dibuka pada hari Rabu (05/09/18) jam 08.45 oleh Bapak KH. Abunyamin Ruhyat M.Si selaku rektor kampus IAIC, dengan pembacaan surah Al-Fatihah dan pemukulan bedug, dengan itu kegiatan MATAMA pun sah telah dibuka.

”Ta’aruf merupakan kegiatan yang diperintah Allah SWT dan Rasul SAW, dan merupakan kegiatan yang harus diadakan oleh setiap kampus dalam menyambut mahsiswa baru. Bertujuan untuk mengenal sifitas akademis kampus, tahap awal untuk kegiatan akademis, merupakan salahsatu syarat untuk mengikuti sidang munkosah dan pastinya untuk mengenal lingkungan kampus”. Ucap bapak rektor.

Pada kegiatan MATAMA kali ini kurang lebih 684 orang mahsiswa baru yang masuk ke kampus IAIC. terdiri dari jurusan Pendidikan Agama Islam 331 orang, Jurusan Pendidikan Bahsa Arab 116 orang, Jurusan Ekonomi Sariah 106, Jurusan Ahwalu Sahsiyah dan Jinyah Shsiyah 56 orang dan jurusan Dakwah 56 orang. Dan semuanya dibagi menjadi 30 kelompok.
Pada acara MATAMA kali ini pun kurang lebih 80 orang panitia dari Dewan Mahasiswa atau DEMA, dan sebagian panitia merupakan perwaklian dari Dewan Mahsiswa Fakultas-DEMA F- Trbiyah, Syariah dan Dakwah, dan dari Unit Komunita Mahasiswa-UKM- Seni, Peramuka dan KOPI-Komunitas Penulis IAIC-.
Pada hari pertama (Rabu 05/09) kegiatan dilakuakan didalam aula IAIC yang merupakan kegiatan pembukaan dan dilanjutkan dengan kegitan materi-materi dari rektor tiga IAIC yaitu pengenalan SKS, pengenalan peraturan kampus dari ketua kemanan pusat pondok pesantren Cipasung, pengenalan UKM KOPI dan UKM Peramuka, dan pengenalan jurusan yang ada di kampus IAIC.
Kegiatan hari ke dua (kamis 06/09) berbeda pada hari pertama. , acar dimuali pada 07.00 yaitu kegiatan karnaval yaitu mahsiswa berjalan dari kampus IAIC-Kudang-Dozer2- sampai ke kampus IAIC. Tiap-tiap kelompok memakai ciri khas masing-masing, perwakilan dari setiap kelompok memiliki satu mojang dan satu jajaka yang berjalan di barisan paling depan. Kemudian setiap kelompok menyanyikan yel-yel. mojang jajaka dan yel-yel merupakan salah satu ajang perlombaan. Setelah itu pun kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Almaghpurullah bapak KH. Ruyat yang merupakan pendiri pondok pesantren Cipasung. Kemudian acara MATAMA dilanjut dengan penampilan UKM seni dan pengenalan pagar nusa pondok pesantren Cipasung.
Sebagai akhir dari kegiatan MTSAMA 2018 panitia memberikan apresiasi kepada satu peserta putra dan satu peserta putri terbaik. Dan memberiakan hadiah kepada kelompok yang membuat vidio felog terbaik, mojang jajaka terbaik, yel-yel terbaik, papan nama kelompok terkreatf dan kelompok terkompak. Kemudian ada juga pemenang pendamping terbaik.
Acara MATAMA sah ditutup dengan bacaan hamdallah pada Kamis (06/09) Jam 16.35 oleh bapak Dr. H. Mansur M.Si selaku wakil rektor dua IAIC.
“semoga MATAMA 2018 bisa menjadi hal yang berkesan bagi mahasiswa baru, dan menjadi bekal untuk menjalani dinamika kehidupan kampus.” ucap Agung selaku ketua pelaksana. (Nurhotimah)

Baca Juga  37 Dari Delapan Kota Kabupaten Ikuti PKD PMII STIE Cipasung
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close