Pemerintahan

Megahnya Hut Kabupaten Tasikmalaya, Berapa Anggarannya?

TASIKMALAYA-Tasik Motekar 2019 digelar Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Tasikmalaya yang ke-387 tahun

Acara yang berlangsung dari 19 juli sampai dengan 28 juli 2019 ini menghadirkan berbagai hiburan dan festifal, diantaranya festival bonsai, festival kopi, pameran museum nasional serta menghadirkan artis ibu kota seperti Budi cilok dan Setia band

Namun tahukah anda berapa anggaran untuk menggelar Tasik Motekar 2019 ini?

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana mengatakan bahwa anggaran untuk menggelar Tasik Motekar 2019 ini mencapai Rp. 2,3 miliar

“Setahu saya anggaran yang dikeluarkan pemda itu hanya Rp. 300 juta dari APBD, hanya mungkin panitia atau EO lah yang dikerjasamakan dengan pemda itu membuka ruang kerjasama dengan para pihak, terutama kalangan pengusaha, makanya ada pameran dan lain sebagainya, nah itu kan pasti berhubungan, ada penambahan kebutuhan pasti ada penambahan anggaran, nah sehingga menurut informasi yang masuk ke kita sebetulnya total kebutuhan anggaran itu disekitar Rp. 2,3 miliar katanya, hanya sekali lagi dari pemdanya hanya Rp. 300 juta”terangnya saat dihubungi Media Desa

Menurut Usman anggaran yang dikeluarkan Pemda untuk penyelenggaraan acara tersebut terbilang wajar selama dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang sejarah kabupaten Tasikmalaya

“Kalo alokasi dari pemda yang Rp. 300 juta mungkin itu wajar-wajar saja, karena acara yang merefleksikan tentang kesejarahan hari jadi kabupaten Tasikmalaya, terkait berbagai kegiatan yang menghibur masyarakat, mengedukasi masyarakat, meningkatkan indeks kebahagiaan bagi masyarakat, karena bagaimanapun dengan adanya hiburan tersebut setidaknya itu memberi ruang bagi masyarakat untuk terhibur,”

Terkait sisanya menurut Usman tidak masalah asal menempuh aturan dan mekanisme yang berlaku

Baca Juga :  Mantan Bupati Ciamis Titipkqn Kelanjutan Pembangunan Kepada Bupati Baru.

“Kalo terkait yang Rp. 2 miliar dari pihak yang diajak kerjasamanya, ya kalo secara aturan dan mekanisme dipenuhi tidak melanggar ya tidak masalah, tinggal bagaimana mereka mempertanggungjawabkannya saja nanti,”

Usman berharap kegiatan peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya ini tidak hanya diselenggarakan di satu titik saja, namun bisa diselenggarakan diberbagai wilayah lainnya

“Ke depan kegiatan seperti itu kalo bisa supaya lebih buming di masyarakat itu disebar di semua titik, minimal kewedanaan aja, di Tasik utara, di Selatan, di Timur, sehingga gaungnya ini, kalo di gebu itu gaungnya ya namanya juga ibu kota, kalo yang dari jauh-jauh selatan, utara, timur kan tidak terjangkau,”

Tidak hanya itu ia juga mengkritisi isi kegiatan di Tasik Motekar ini, menurutnya kegiatan di Tasik Motekar ini tidak ada yang serasi dengan visi kabupaten Tasikmalaya yang religious islami

“Memang jargon visi religious islami juga hari ini kan perlu dipertanyakan kabupaten Tasikmalaya, apalagi acara-acara seperti itu, lebih banyak hiburan yang bersifat umum tidak mencerminkan religious islaminya, ya sebaiknya salahsatu agenda yang dimunculkannya itu agenda yang memang mencerminkan semangat religious islami, tapi ternyata panitia tidak melakukannya, itu juga semacam kritik juga dari kita, kesan hura-hura, kesan hiburannya lebih menonjol, cerminan keriligiusan islami itu tidak muncul, meskipun semangatnya semangat kesejarahan, lebih ke semangat refleksi, tapi kalo mau disambungkan dari sisi eksisting hari ini harusnya ada semangat yang bisa menyambungkan sisi kereligius islamian itu”pungkasnya

Penulis: Budi

Editor: Mesa

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: