Agenda

Menelusuri Jejak Islam di Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Tasikmalaya sejak lama terkenal sebagai kota santri. Selain itu juga, masyarakatnya terkenal memiliki jiwa wirausaha yang kuat. Nampaknya dua hal itu mewarnai kelahiran dan perkembangan Tasikmalaya. Sejarah Tasikmalaya tidak akan lepas dari sejarah Islam di tanah Jawa dan perkembangan agama Islam.

Peran Ulama asal Mataram yakni Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan menjadi salah satu buktinya. Bahkan sederet nama ulama jumhur dan memiliki peran dalam dakwah di Jawa Barat banyak lahir dari Tasikmalaya seperti Mama Kudang, Asy Syahid KH. Zainal Musthafa, KH. Choer Affandi, KH. Moh. Ilyas Ruhiat, Abah Anom, dan masih banyak yang lainnya.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, nama Tasikmalaya tidak lepas mencatat sejarahnya. Sarekat Islam adalah organisasi pertama yang dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya. SI adalah gerakan pencerahan yang telah membawa Tasikmalaya pada sebuah episode kebangkitan nasional. Puncaknya saat Tasikmalaya mengalami krisis ekonomi karena penindasan pemerintah kolonial, momentum inilah yang menjadi latar aksi pemberontakan SI Priangan 1919. Sementara itu, masa penjajahan Jepang terjadi pemberontakan Sukamanah yang dipimpin Asy Syahid KH. Zainal Musthafa.

Lalu jejak Islam apa saja yang masih bisa kita telusuri di Tasikmalaya?

Temukan jawabannya dalam Rihlah Literasi via google meet bersama:

Narasumber

👤 Muhajir Salam
▪️Direktur PT. Priangan Media Utama
▪️Direktur of Soekapoera Institute
▪️Founder priangan.com dan soekapoera.or.id

👤 Ahmad Zaki Mubarak
▪️Penulis Buku Biografi Mama Kudang: Sejarah, Pemikiran, Jaringan Ulama dan Keistimewaan Ulama Karismatik Tasikmalaya (Pendiri Pesantren Kudang Tasikmalaya)
▪️Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Kota Tasikmalaya
▪️Pengasuh pesantren.co.id dan zakimu.com

Moderator :
👤 M. Rafi Anggara
▪️Pemuda Tasikmalaya
▪️Mahasiswa Berprestasi 1 Universitas Pendidikan Indonesia
▪️Pegiat Student Rihlah Indonesia

Baca Juga :  Donor Mata, Bakti Kemanusiaan Warga Ahmadiyah

Waktu :
📅 Jum’at, 10 Juli 2020
🕗 19.45 -22.00 WIB.
💻 Via Google Meet (Peserta Terbatas 250 orang Laki-Laki dan Perempuan) dan Live Eksklusif dalam aplikasi Umma Indonesia

Pendaftaran :
Nama_Komunitas/Lembaga/Pribadi_ Kirim ke narahubung
WA: http://wa.me/+6285723108326 (Ihsan Kamaludin)

Fasilitas
– Ilmu bermanfaat & E-Sertifikat
– Jejaring pegiat literasi sejarah dan cagar budaya
– VOUCHER DISKON BUKU-BUKU LAWAS dari Divisi Kepustakaan Student Rihlah Indonesia bagi 20 peserta.

Penyelenggara:
Student Rihlah Indonesia

Supported by :
Umma Indonesia
Soekapoera Institute

Media Partner :
pesantren.co.id
priangan.com
soekapoera.or.id
zakimu.com

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: