Opini

Menguatkan Mitigasi Bencana Kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya

Oleh: Ilham Syawalludin

Pada hari selasa 31 maret 2020, Pusat Studi Transparansi Kebijakan Dan Advokasi Anggaran (Pustaka Institute) mengelar diskusi online terbuka tentang persoalan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam menghadapi wabah bencana kesehatan yang diakibatkan penyebaran covid-19.

Diskusi yang bertemakan “lemahnya Mitigasi bencana kesehatan di kabupaten tasikmalaya” ini berangkat dari kondisi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang belum memiliki skenario dan formulasi dalam menghadapi wabah bencana kesehatan sehingga dikhawatirkan semakin melemahnya mitigasi bencana yang berkelanjutan. Sejak diumumkan bahwa jawa Barat siaga satu Covid-19 pemerintah kabupaten tasikmalaya kurang mempersiapkan diri dalam melakukan serangkaian kebijakan dalam menghadapi wabah tersebut, Alih-alih Bupati Tasikmalaya hanya sekedar mengeluarkan anjuran dan himbauan kepada warga.

Perlu langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menghadapi covid-19 salah satunya dengan menguatkan mitigasi bencana kesehatan. Karena potret mitigasi bencana kesehatan di kabupaten tasikmalaya sampai saat ini masih lemah dan ini dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan warga. Mitigasi bencana merupakan upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana dan bentuk manajemen menghadapi bencana.

Ada 4 hal penting dalam menguatkan mitigasi bencana yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pertama ketersediaan informasi yang cepat dan faktual kepada publik terkait peta penyebaran covid-19. Kedua, sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mengahadapi Covid-19 melalui simpul relawan masyarakat desa, DKM kampung dan komunitas masyarakat lainnya. Ketiga, mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari dan mengetahui cara penyelamatan dengan ketersediaan pelayanan kesehatan yang maksimal. Keempat, memiliki pengaturan dan penataan kawasan dalam rangka mengurangi ancaman penyebaran covid-19 dengan membuatkan pos perbatasan wilayah di tingkat Desa, Kecamatan sampai tingkat Kabupaten serta hal-hal yang dapat mengurangi resiko penyebaran covid-19.

Baca Juga :  Hoax dan Sensasi Medsos Menghipnotis Kita

Tujuan dari penguatan mitigasi bencana kesehatan yaitu untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19, korban jiwa. Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menguatkan mitigasi bencana kesehatan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ialah dengan memastikan kebutuhan warga dan ketersediaan pangan karena sebagian masyarakat sudah terdampak dari sektor ekonomi.

Dalam rangka melakukan mitigasi bencana kesehatan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus membangun persepsi yang sama dengan semua pihak dan melakukan penggalangan kekuatan melalui kerjasama serta memaksimalkan upaya preventif dalam menghadapi covid-19. Dari sisi pengalokasian anggaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus terlebih dahulu menghitung kebutuhan Medis dan subsidi pangan bagi warga yang terdampak secara ekonomi dan melakukan pergeseran anggaran yang bersumber dari program atau kegiatan yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat serta yang dapat ditunda.

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: