Budaya

Merawat Warisan di Tengah Derasnya Budaya Impor

TASIKMALAYA – Sejatinya olahraga menghasilkan manfaat baik dari segu kesehatan dan juga sebagai wadah bagi setiap insan untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan seseorang.
Salah satunya di Ponpes Nurul Ihsan Bantarpayung yang berlokasi di kaki Gunung Galunggung, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Ekskul ini diikuti oleh para santri di ponpes setiap malam minggu, kadang ada juga beberapa orang anak dari luar ponpes yang ikut serta karena ketertarikannya.
Ekskul ini sudah berjalan sejak lama sejak ponpes ini didirikan. Dan tergabung dalam Paguron (perguruan) Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung yang telah ada sebelum Indonesia merdeka, sejak tahun 1928 M.

Saat ditemui di lokasi latihan, Sabtu (22/9/2018), Dikdik Anwar Sidik, selaku pelatih menjelaskan ekskul pencak silat diajarkan untuk melatih kebugaran, kedisiplinan, dan menjaga kelestarian budaya bangsa supaya tak lekang ditelan zaman.

loading...

“Ekskul ini tujuannya adalah mengembangkan bakat dan mencari santri berprestasi di bidang Seni Olahraga Pencak Silat,” ujar Dikdik.

Ia menambahkan, dengan kegiatan ekskul ini bertujuan untuk meningkatkan dan memupuk kecintaan para santri akan kebudayaan tradisional yang hampir punah.

“Setiap santri dilatih dan diarahkan bakat serta kemampuannya, apalagi hal tersebut juga menyangkut warisan budaya bangsa, wajib dipertahankan supaya tidak hilang oleh derasnya budaya impor yang dapat merusak moral, dan bagi saya mengharapkan agar para santri tetap belajar”. tambahnya. (AZ)

Baca Juga  Asal-usul Munggahan
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close