Peristiwa

Pengibar Dan Pembakar Bendera HTI Sudah Jadi Tersangka, Aksi Bela Tauhid Akan Digelar Lagi

GARUT – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda) sudah menetapkan Pengibar maupun Pembakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai tersangka.

Keduanya dijerat Pasal 174 KUHP karena dianggap sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang dengan mengadakan huru-hara atau membuat gaduh, dengan ancaman hukuman paling lama tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900.

Akan tetapi, persoalan tersebut rupanya belum dianggap selesai oleh sebagian pihak. Seperti yang mengatasnamakan Aliansi Pembela Tauhid Kabupaten Garut yang akan menggelar aksi kembali pada hari Jum’at, 2 November 2018 mendatang.

Dikemas lewat Parade Tauhid dan Ceramah Tauhid yang akan dipusatkan di Alun-Alun Garut mereka akan aksi mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Surat undangan pun telah disebar keberbagai pihak dan instansi mengajak ikut serta dalam aksi. Mereka menuntut hal sama sebagai penyikapan pembakaran bendera yang menurutnya bukan bendera HTI.

Dalam surat juga ditandatangani selaku Ketua Umum Aliansi Pembela Tauhid Kabupaten Garut, A. Syamsudin Al-anshori, S.Pdi dengan Sekretaris, Dedi Kurniawan, S.Pdi, SE, M.Si. (Mesa)

Baca Juga  Hari Pertama Puasa Satpol PP Pergoki Remaja Pacaran di Kosan
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close