Opini

Metamorfosa ke Gerbang yang Lebih Dewasa

MediaDesa.id – Saat dekapan hangatmu menyelimutiku saat itu juga aku berpikir, “ingin rasanya aku seperti mereka. Setidaknya itulah kata yang selalu menggodaku saat putih abu membelaiku. Bukan aku tak menghargai belaian hangat dekapan kasihmu tapi isi kepalaku yang selalu mengajakku untuk berimajinasi, menerawang lebih jauh berfatamorgana dengan waktu mencari kenikmatan semu yang hanya ada dalam hayalan bebasku .
Selamat tinggal putih abu “kenangan bersamamu yang kini bersenyawa dengan rindu, membekapku dalam ruang sendu”.

Selamat datang fatamorgana kebebasan.! Di gedung berbentuk persegi panjang dengan beberapa rongga tempat mereka bersarang yang ku anggap bebas melakukan apapun, kini menjadi tempat bersarang menerawang dunia luar yang jauh lebih besar berkali-kali lipat dari tempatku bersua dengan yang ku anggap awal sebuah kebebasan.
Namun hayalan kebebasanku kini sirna setelah menapaki setiap sendi-sendi perjalanan kisahku, proses pendewasaan yang memaksaku merubah pola pikir.
Di sini, status ini sebagai agent of change menggiringku pada satu pemikiran “apa yang bisa aku berikan untuk merubah tanah air tercintaku ini”.

Dalam balutan tembok ini aku dipaksa berpikir keras untuk menciptakan perubahan di tanah air tercintaku yang tidak hanya mengkritisi tapi apa yang bisa aku berikan untuk perubahan, karena pikirku sebuah keniscayaan jika aku hanya menuntut orang lain memberikan perubahan sedangkan aku hanya duduk diam menikmati kebebasan yang aku bayangkan semasa putih abu menyelimuti hari-hariku.
Bismillahirrahmanirrahim, saat ini juga aku berniat untuk berubah, bukan kebebasan yang ingin aku dapatkan tapi apa yang bisa aku berikan untuk tanah air tercintaku.
Lega rasanya beban yang selama ini menumpuk dalam benakku tersampaikan. Terimakasih Tuhan untuk semua anugerah yang telah engkau berikan. Saat ini dan kedepannya bukan putih abu yang akan menemaniku dalam mengurai kisahku, tapi baju dan almamater ini yang akan menemaniku menapaki kisah ini yang pastinya akan penuh liku.
Salam perubahan. Ku ucapkan pada dunia, perjalanan metamorfosaku dimulai saat ini juga.
Tepukan keras pada dinding ini akan mengawali perjalanan kisahku.
Sepenggal kisah dari seorang mahasiswa baru yang akan mengikuti test di sebuah perguruan tinggi menyadarkanku sebagai penulis setelah aku bertahun-tahun di perguruan tinggi ini apa yang sudah aku berikan untuk tanah air tercintaku ini, untuk adik tingkatku yang pola pikirnya jauh melampaui imajinasiku yang beberapa hari kedepannya akan berstatus sama, mari kita buat sejarah baru bahwa mahasiswa bukan mahluk yang hanya bisa mengkritisi dan berkata nyinyir, tapi mahasiswa harus bisa membawa perubahan menjadikan tanah air ini menjadi tanah air yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. (Rijwan)

Baca Juga  Mencium Bau Kentut Baik Untuk Kesehatan
Loading...

Komentar

  1. Mantap.
    Semoga kedepannya lebih terbungkus dengan rasa-rasa kejiwaan sehingga pembaca terbawa arus tulisan tersebut.

    bikin novel aj deeh

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: