Ragam

Musim Layangan Tiba Penjual Gelasan Marema

TASIKMALAYA – Kemarau panjang di Tasikmalaya tak selamanya dikeluhkan masyarakat. Bagi sebagian yang kekurangan air tentu menjadi keluhan. Namun tidak bagi penjual “gelasan”, pasalnya kemarau ini menjadi peluang datangnya musim layangan.

Sejumlah pedagang pun kebanjiran pembeli, seperti di Gegernoong Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari, Harun yang tiap hari menjual onderdil, menambah usahanya dengan menjual gelasan dan layangan.

Mulai dari anak-anak, pemuda sampai orang tua, katanya, antri jika sore hari.

“Lumayan wae. Salanglayangan aya nu dua rebu sampai tilu rebu. Gelasan we dua rebu oge tilu rebo. Nyak sahari teh kenging lah dua ratus rebuan. Eta teh bati,” kata Harun, Rabu, 17 Oktober 2018.

Tak hanya Harun, di Jalan Mashudi Gobras, Ade juga kecipratan berkah, Dia membuat sendiri sehingga keuntungan berlipat ganda.

“Kalau saya mah bikin sendiri dari gelasan sampai layangan. Ya lumayan nambah penghasilan,” ujarnya.

Ade pun mengaku gelasan dan layangan tahun lalu masih bisa dijual selama tidak rusak.

“Kan ieu mah musiman tea makana pami halodo wungkul dagang teh,” ucapnya.

Permainan layang-layang memang tak kenal usia. Asal punya gelasan panjang, layangan yang baik, ditambah adu strategi akan mendapat kepuasan tersendiri. Dan pantauan “Media Desa”, hampir disetiap kampung ada saja yang main layangan. (Mesa)

Baca Juga  Wanita dengan Berat Badan 3 Kwintal Butuh Bantuan
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close