Religi

Muslim Non Muslim Menyatu Di “Suroan” Paguron Nurul Golabah

TASIKMALAYA,- Momen apapun bisa dijadikan ajang persatuan, seperti peringatan 10 Muharam di Paguron Nurul Golabah Kampung Sangkali Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas.

Gereja Katolik se-Priangan dan Komunitas Tionghoa menyatu bersama warga dan para santri pada acara yang sering disebut “Suroan” tersebut.

“Kehadiran mereka untuk mempertegas bahwa syuroan momentum kemanusiaan serta kebersihan hati. Maka disini tak muslim atau non muslim, semua berbaur sebagai sosok manusianya,” kata Panitia Penyelenggara, Hasan Asyari, Jum’at (21/9/2018).

Memang pantauan “Media Desa” semua larut berbaur menjadi satu. Tak ada rasa canggung antar mereka. Meski puncak syuroan dibuka dengan istigosah, para perwakilan gereja maupun komunitas tionghoa juga turut berdo’a sesuai keyakinannya.

Pimpinan Paguron, KH Lukmanul Hakim pun menegaskan yang disebut santri bukan hanya mereka yang tinggal mondok dan ngaji kitab kuning, tapi yang memiliki ikatan dengan paguron dari kalangan manapun.

Seperti biasa acara dimulai pukul 22.00 dan berakhir pukul 01.00 yang sebelumnya ada santunan sosial bagi 3000 warga tidak mampu. (Mesa)

Baca Juga  Paduan Suara NU Kota Banjar siap Meriahkan Munas NU
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close