Budaya

Nyukcruk Galur Pakidulan (4)

Elang Tinggal Nama, Santolo Destinasi Tersembunyi
Oleh: Jani Noor

Menyibak penelusuran Hutan dan Pantai Sancang dirasa cukup. Kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sayangheulang Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk.

Berbeda ketika ke Pantai Sancang yang harus melewati belantara Hutan Sancang, ke Sayangheulang melewati pusat Kecamatan Pameungpeuk dengan kondisi jalan sangat baik yang ditempuh dua jam.

Pantai yang memiliki gelombang dua sampai tiga meter dengan posisi pantai curam dan palung laut memiliki lebar pantai 50 meteran. Aktifitas warga berburu rumput laut menjadi primadona karena kondisi lingkungan pantai bersih tanpa aktifitas nelayan.

Penginapan-penginapan relatif murah dengan kios warung berjajar menyapa pengunjung. Hanya saja, pantai yang mulai jadi objek wisata sejak tahun 2002 ini dipandang belum optimal.

Konon, kenapa pantai itu dinamai “Sayangheulang” karena banyaknya burung elang bertengger di goa timur pantai. Disebutlah Pantai Sayangheulang karena tempat elang-elang bersarang.

Akan tetapi, elang tinggallah nama, punah diburu warga, sehingga untuk mengabadikannya dibangun Tugu Elang bersangkar dekat gerbang pantai.

Menurut warga, Ulep (54), Pantai Sayangheulang memiliki taman laut yang tidak kalah dari Bunaken Sulawesi. Jika taman laut itu dikelola baik, wisatawan luar Garut pun berdatangan. Belum lagi aneka ikan laut hias sampai pemerintah pun mengeluarkan larangan memancing ikan-ikan hias tersebut.

Bukan hanya taman laut, seputar lokasi pantai juga harus dibenahi. Bangunan liar pinggir pantai jangan dibiarkan karena sudah jelas melanggar aturan, juga berbahaya karena tingkat abrasi sangat tinggi.

Termasuk jika dibuatkan jembatan menembus Pantai Santolo sehingga pengunjung bisa menikmati dua objek wisata sekaligus.

“Selama ini cuma jadi persinggahan saja, selanjutnya pergi ke Santolo,” ucap Ulep.

*Santolo Destinasi Tersembunyi

Baca Juga :  Ribuan Orang Padati Kemeriahan Pelantikan Pagarnusa Kab. Tasikmalaya

Sama halnya dengan objek wisata lain, Pantai Santolo menyimpan keindahan alam yang tidak dijumpai kawasan lain. Bahkan, pantai yang separuh masuk Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Cikelet ini paling populer di wilayah Garut Selatan.

Kondisi pantai yang bisa dipakai berenang (meski tak sebebas Pantai Pangandaran) menjadikan santolo, objek wisata paling banyak dikunjungi. Sejumlah penginapan menjamur dengan harga relatif murah antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu.

Letak penginapan yang berhadapan langsung dengan lepas pantai menjadi daya tarik sehingga pengunjung bisa menikmati birunya laut dari kamar penginapan.

Cagar alam tengah laut, bekas dermaga Belanda, karang, dan jembatan gantung penghubung pulau santolo dengan pulau curugan sayangheulang keistimewaan Santolo. Dengan Rp 4 ribu naik perahu pulang pergi saja, pengunjung dapat menikmati kekayaan alam Santolo. Belum lagi keramat peninggalan Pajajaran dan Sumedang Larang diyakini warga membawa berkah peziarah.

Keindahan pantai dan pulau santolo juga, pernah menarik perhatian Menteri Pemuda Olahraga, Adhyaksa Dault tahun 2007. Santolo menjadi tempat peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan tema Semarak Merah Putih dan diabadikan pada prasati.

Sayangnya dukungan pemerintah masih minim, padahal kelebihannya disini (pulau santolo) bisa menjadi destinasi wisata baru Pantai Selatan setelah Pangandaran.

(Bersambung)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close