Budaya

Nyukcruk Galur Pakidulan (Tamat)

Rancabuaya dan Misteri Kandang Wesi
Oleh: Jani Noor

Bicara pantai, mudah sekali dibayangkan. Deru ombak, nelayan, warung-warung dan penginapan menjadi identitas. Begitupun Pantai Rancabuaya di Kecamatan Caringin Garut Selatan yang hanya butuh waktu 40 menit dari Pantai Santolo Kecamatan Pameungpeuk.

Sepanjang jalan dapat menikmati indahnya laut dengan hanya menoleh dari roda empat. Sejumlah jembatan dengan jalan berhotmix menambah ademnya semilir angin, ditambah 21 jembatan penghubung menuju Rancabuaya.

Pengunjung bisa mampir ke Kampung Dukuh, kampung yang masih memegang teguh tradisi seperti Kampung Naga Tasikmalaya dan Baduy Banten. Di Rancahuaya juga bisa istirahat di villa-villa dengan tarip antara Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribuan, “plus” tempat karaoke.

Pantai yang berbatasan langsung dengan Pantai Cijayanti Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur ini mulai bergeliat diera Bupati Garut, Dede Satibi. Sekira tahun 2000, Dede Satibi menutup goa disekitar pantai karena dijadikan media “pamujaan”. Sementara pembukaan perkampungan pantai dibangun TNI sekitar tahun 1962 an.

Menurut Odam (92), nelayan pertama di Pantai Rancabuaya kenapa disebut rancabuaya karena dulu tempat buaya. Pantai dirimbuni pepohonan besar dengan Gunung Setra sebagai pembatas. Pohon-pohon bertumbangan akibat hujan deras sehingga wilayah tumbangnya pohon menjadi rawa (dalam bahasa sunda dikenal “ranca”). Akhirnya dinamai “Rancabuaya”.

Mengenai rancabuaya sendiri, masuk Desa Purbawangi Kecamatan Caringin yang dulunya wilayah Kerajaan Kandangwesi atau kerajaan bayangan yang tidak dimunculkan karena tempat berhimpunnya kerajaan-kerajaan “ghaib”.

Dari Kandangwesi lah, lahir pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka agama yang tidak dipilih manusia biasa yang diyakini para Nabi, dan Raja-raja lahir.

“Ghaib didieu teu katingali, istilahna Siluman, jeung ari Siluman teh singkatan tina Sifat Lumampah Manusa. Jadi karajaan nu ngagungkeun kana urusan ahlak jeung moral, lain kaduniaan wae,” ujar Odam.

Kendati demikian, misteri adanya kerajaan kandangwesi tidak banyak diungkap, meski hanya beberapa kilo meter ke utara Garut terdapat Jalan Kandangwesi yang terletak di Kecamatan Bungbulang.

Baca Juga  Inilah Pesan Perdamaian dari Situs Bojong Galuh Karangkamulyaan Ciamis

Warga Rancabuaya pun meyakini kerajaan kandangwesi kerajaan paling tua di alam semesta karena kandang berarti tempat, wesi manusia. Wilayahnya meliputi Cijayanti perbatasan Cianjur untuk wilayah barat, Leuweung Sancang wilayah timur, utara Cisanti pangalengan Bandung, dan Selatan sepanjang pantai selatan tak terbatas.*

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close