Pemerintahan

Pandemi Corona Bukan Momentum Kampanye Politik

TASIKMALAYA – Petani kritik pemkab tasik penanganan pandemi covid-19 tentang kemanusiaan, bukan untuk kampanyeu politik

Dalam beberapa pekan terakhir pandemi covid-19 mulai menyebar ke beberapa daerah yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Jelas ini membuat masyarakat panik apalagi dengan adanya covid-19 ini bukan saja mengganggu aktivitas masyarakat saja, tapi covid-19 ini juga memperlambat dan mempengaruhi perekonomian di masyarakat.

Menurut seorang petani muda, Muhaemin Abdul Basith, keadaan tersebut sangat berdampak besar bagi kaum petani.

” Apalagi kebanyakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya berpenghasilan dari pertanian, dengan adanya kebijakan ‘pembatasan’ oleh pemerintah Kota Tasikmalaya ini sangat berdampak kepada petani di Kabupaten Tasikmalaya” katanya, (1/04/2020)

Ia menambahkan bahwa pasar Cikurubuk merupakan pusat perekonomian di Tasikmalaya.

” pasar cikurubuk yang ada di Kota Tasikmalaya adalah tempat perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya juga beberapa petani sempat mengeluh karena hasil tani yang menjadi sumber pendapatan susah untuk di jual” keluhnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih serius dalam menghadapi virus ini jangan menganggap remeh dalam penanganan.

” tidak cukup dengan himbauan dengan memasang spanduk atau banner di desa-desa karena ini bukan waktunya kampanye, jangan saling lempar ketika ada pertanyaan dari masyarakat, yang jelas perlu langkah konkrit dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya.

Satgas yang dibentuk kurang efektif, masyarakat belum merasakan kehadiran satgas yang dibentuk disetiap kecamatan bahkan desa, apalagi beberapa hari terakhir banyak masyarakat kabupaten yang pulang ke kampung halamannya dari kota bahkan dari zona merah dan ini perlu perhatian serius.

” lebih diperhatikan perekonomian masyarakat kabupaten yang hari ini mulai lumpuh khususnya petani dan masyarakat menengah kebawah” tutupnya.
(Mesa)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: