Wisata

Pantai Karang Tawulan, Tanah Lot-nya Tasikmalaya

MediaDesa.idTASIKMALAYA – Bagi anda pemburu tempat berfoto untuk mengisi beranda akun sosmed Intagram belum lengkap kiranya bila belum berswafoto di Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya.

Tepatnya berada di Desa Kalapa Genep Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, pesisir selatan Tasikmalaya ini berbatasan langsung dengan kabupaten Pangandaran. Akses jalan provinsi memberi jaminan kenyamanan pengguna kendaraan untuk menuju lokasi tempat wisata yang satu ini. Fasilitas penunjang tempat wisata seperti Toilet, mushola, lahan parkir Gazebo dan warung makanan sudah tersedia di dalam lokasi wisata. Suasana lokasi Pantai Karang Tawulan yang masih asri dapat ditemui dengan banyaknya pohon pandan yang tumbuh rindang disekitaran lokasi, lapangan rumput yang cukup luas cocok untuk tempat berkemah wisatawan yang berkunjung.

Sejauh mata memandang terdapat karang curam sekitar lokasi, meskipun ganasnya ombak pantai selatan cukup terkenal di bebarapa titik pantai masih aman untuk bermain air. Adanya tebing yang menjorok kelaut dan tebing karang di tengah pinggir pantai banyak wisatawan yang membandingkan panorama Pantai Karang Tawulan dengan Tanah Lot di Bali, letaknya geografis yang masuk kawasan paket wisata Pangandaran bahkan oleh wisatawan asing dianggap sebagai Bali Ke-II.

Keindahan Pantai Karang Tawulan di sore hari selain kita dapat melihat suasana matahari tenggelam kita dapat melihat kawanan burung camar yang terbang ke Nusa Manuk, pulau kecil di tengah pantai yang menjadi rumahnya.

Untuk kuliner makanan laut disinipun lebih murah dibandingkan di daerah sekitar, tiket masuk Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil cukup terjangkau bagi wisatawan lokal.

Saat Media Desa berkunjung ke lokasi Pantai Karang Tawulan sempat menemui anggota Kompepar (Kelompok Penggera Pariwisata) Garuda Ngupuk, Mustofa Ali, yang sehari-hari menjadi petugas parkir dan pengelola kebersihan.

Baca Juga :  Dahulu Tempat ini Rawan Begal, Sekarang jadi Area Wisata

Kepada Media Desa Mustofa Ali menceritakan awal mula lokasi Pantai Karang Tawulan dikelola sebagai tempat Wisata, menurut penuturannnya Karang Tawulan mulai dibuka sekira tahun 1991 dan mulai ramai dikunjungi sejak tahun 2006.

“Pengunjung harian terutama akhir pekan mulai ramai, terutama setelah ramai di media sosial” tutur Ali pada Media Desa.

“Kebanyakan wisatawan lokal yang penasaran setelah melihat foto di sosial media, namun dari luar Jawa Barat bahkan dari luar pulau jawa juga ada” sambungnya.

“Bahkan wisatawan asing menganggap sebagai Bali-nya Tasikmalaya” Ujar Ali.

Pria yang saat diwawancarai sesekali mengatur parkir kendaraan bermotor menuturkan, ada sekitar 5 orang dalam Kompepar Garuda Ngupuk yang rutin datang setiap harinya, selain bertugas sebagai juru parkir dan kemanan di lokasi wisata mereka juga bertugas menjaga kebersihan. “Kami kekurangan tenaga kebersihan apalagi bila daun panda kering berguguran sangat merepotkan untuk membersihkannya, selain itu tempat sampah sangat kurang dari 50 tong sampah disini hanya tersedia 5 tong sampah” Papar Ali.

Dari pantauan Media Desa sendiri masalah sampah masih banyak kekurangan, saat berkujung ke lokasi pasca lebaran, di beberapa titik di lokasi dapat ditemui tumpukan sampah plastik yang bisa mencemari lingkungan, selain itu juga masih rendahnya kesadaran lingkungan para pengunjung yang melakukan aksi vandalisme di Gazebo dan pagar pembatas di lokasi wisata mengotori keindahan pemandangan alam.

Apa yang menjadi harapan Mustofa Ali adalah adanya fasilitas penginapan yang dilengkapi pendingin untuk wisatawan yang harus menginap, yang belum tersedia di sekitar lokasi Pantai Karang Tawulan.

“Kalau bisa ada investor yang mau membangun penginapa ber-AC, karena biasanya wisatawan kegerahan dengan cuaca di daerah pantai” pungkas Ali pada Media Desa.

Baca Juga :  Desa Penambangan Kembangkan Wisata ala Suku Indian

Dari pantauan Media Desa, Pantai Karang Tawulan cukup potensial untuk dikembangkan sebagai tujuan Wisata pantai, lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Sindangkerta dan Pamayang menjadi penghubung dengan lokasi wisata yang sudah populer Pangandaran, akses jalan yang cukup nyaman bisa ditempuh melewati dua jalur dari Tasikmalaya menuju selatan ke arah Cipatujah bisa juga melewati Kota Banjar melewati Pangandaran menuju Cikalong.

Fasilitas kebersihan yang harus ditingkatkan dan pengadaan fasilitas penginapan sedikitnya dapat mendongkrat meningkatkan jumlah wisatawan menuju lokasi wisata Pantai Karang Tawulan. (Doni Sutriana)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: