Peristiwa

Pasca Kebakaran Kegiatan Mengaji Pesantren Diliburkan

TASIKMALAYA – Pasca Kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Alwahidiah di Kampung Randegan Desa Linggasirna Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan mengaji di Pesantren tersebut diliburkan.

Pasalnya barang-barang dan kitab santri turut ludes terbakar bersama kobong tempat tidurnya.

“Untuk sementara kegiatan santri diliburkan karena barang-barang seperti kitab, alat tulis bahkan sampai pakaian santri lenyap tidak ada yang tersisa,” kata istri Pimpinan Ponpes Alwahidiah, Oneng Nasibah, Rabu, 10 Oktober 2018.

Menurut Oneng, para santri harus menempati tenda evakuasi dari Tagana Departemen Sosial RI, termasuk untuk aktifitas masak memasak.

loading...

“Bantuan Alhamdulillah berdatangan dari jemaah, kemudian dari tagana, seperti tenda darurat untuk tempat tinggal sementara santri, baju, makanan, beras dan lain sebagainya. Namun sayangnya alat-alat sekolah seperti seragam, sepatu sekolah dan atk untuk santri yang saat kejadian ikut terbakar belum ada,” ujarnya.

Oneng pun berharap aktifitas di Pesantren kembali normal agar pengajian terus berjalan seperti biasa.

“Nyak kahoyong mah aya bantosan kangge ngabangun pasantren deui,” tuturnya memelas.

Akan tetapi, saat ditanya apakah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah memberi bantuan, Oneng diam sambil menggelengkan kepala.

Sebelumnya diberitakan “Media Desa” pasa Selasa 9 Oktober 2018, Pesantren Alwahidiah terbakar akibat konsleting listrik. Lantai dua pesantren sebagai kobongnya para santri ludes dilalap api. (Budi Alghifari)

Baca Juga  Tulis 'Bubarkan Banser' di Soal USBN, 3 ASN Disdik Terancam Diberhentikan
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close