Tasikmalaya – Ikatan Pedagang Kecil Keliling Bojonggambir (IPKKB) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Usaha yang digelar pada minggu 12 Juni 2022 di Balai Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, Kab Tasikmalaya. Pelatihan tersebut diselengggarakan sebagai salah satu upaya peningkatan keterampilan dan pengetahuan pedagang dalam pengembangan dan manajemen usaha serta pembentukan koperasi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 pedagang keliling Se- Kecamatan Bojonggambir.

Ketua IPKKB, Zaenal Mutaqin mengatakan IKPPB adalah sebuah komunitas yang dibentuk pada tahun 2019.

“IPKKB dibentuk karena adanya persoalan sering kali terjadi gesekan yang menjurus konflik antar pedagang, sehingga dengan dibentuknya komunitas ini, sekarang keadaan dilapangan semakin cair, silaturahmi pedagang terjalin, bahkan solidaritas sosialnya semakin baik”, katanya.

Zaenal menambahkan, saat ini anggota IPKKB berjumalh kurang lebih 100 orang dari berbagai Desa se Kecamatan Bojonggambir. Setelah dibentuk komunitas IPKKB, mereka akan membentuk koperasi agar kedepan mampu menyejahterakan anggotanya.

“Selain aktifitas sebagai pedagang, rencananya melalui pembentukan koperasi kami akan membuka unit usaha yang berbasis potensi desa, tujuannnya jelas agar meningkatkan penghasilan masyarakat di Desa Bojonggambir” ia menambahkan,

Sementara itu, Patriot Desa Bojonggambir, Dani Ahmad Mansur mengatakan salah satu tugas Patriot Desa adalah mendampingi masyarakat lokal untuk menemukan dan mengembangkan potensinya dalam mengembangkan Indeks Desa Membangun (IDM).

“Desa Bojonggambir ini memiliki banyak potensi, selain sebagai pusat ekonomi dengan kepemilikan pasar desa, di Desa ini juga terdapat banyak kelompok masyarakat kreatif, seperti tim penggerak wisata bukit demang, pemanfaat kain bekas menjadi bahan tas rajut, pengolahan limbah kayu menjadi berbagai produk kreatif, dan adanya kelompok pedagang kecil yang terorganisir”. kata Dani.

Dani mengatakan kegiatan pelatihan ini melibatkan berbagai pihak, Diantaranya adalah Media Desa Institute, Dinas KOPERINDAG, Akademisi dari Universitas Siliwangi, Institute Agama Islam Cipasung serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bojonggambir.

“Pasca pelatihan, kami dan MDI akan membuat berbagai program peningkatan kapasitas untuk anggota IPKKB, juga merancang program pemberdayaan ekonomi seperti meningkatkan inovasi produk, legalitas usaha, dan digitalisasi UMKM, agar masyarakat tetap tinggal di desa, penghasilan kota, bisnis mendunia”, tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.