Pemerintahan

PC IMM Garut Nyatakan Tolak UU Omnibus Law

GARUT – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Garut secara tegas menyatakan penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Ketua PC IMM Kabupaten Garut, Reksi Pawwaz Muhrozan mengatakan, UU Omnibus Law bisa berdampak pada nasib buruh yang semakin terdesak dan terhimpit dengan beban ekonomi yang tengah berada dalam krisis akibat pandemi.

“Tindakan pemerintah dan DPR yang senang menetapkan perundang-undangan dalam waktu yang singkat, seakan tidak peduli dengan jeritan rakyat yang tak ada penghabisan,” kata Reksi, Kamis, (8/10/2020).

Reksi melihat, pengesahan Omnibus Law secara mendadak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Kebijakan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 yang tidak memberikan solusi terhadap masyarakat, sudah diguncang dengan keputusan baru yang dengan jelas ingin menjerat leher masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengutuk Pemerintah dan DPR yang dinilai mementingkan kepentingan pengusaha dan pemilik modal. Para anggota DPR dianggap mengebiri hak buruh.

“Mengutuk disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja yang dengan jelas memberikan keuntungan pada investor asing dan seakan tidak peduli pada masyarakat sendiri,” ungkapnya. (rizal)

Baca Juga :  APBD Kota Banjar 2019 Menunggu Disahkan DPRD

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: