PCNU Kab Tasikmalaya dan PCNU Kab Banyumas Jalin Kemitraan Ekonomi

oleh -

PURWOKERTO – Tim Konsorsium Percepatan Pembangunan Ekonomi Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya menjalin kerjasama kemitraan Ekonomi dengan Tim ekonomi PCNU Kabupaten Banyumas.

Kerjasama yang akan dilakukan kedua tim ekonomi ini diantaranya kemitraan ekonomi di bidang pertanian, perdagangan dan industri.

Hal ini disepakati saat Studi Banding Tim Konsorsium Percepatan Pembangunan Ekonomi Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya ke Tim ekonomi PCNU Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan di Aula PCNU Kabupaten Banyumas. (06/12/2020).

“ Saya sangat berharap kerjasama ini secepatnya kita sepakati. Karena peluang kerjasama kemitraan dengan kita sangat terbuka lebar. Banyak produk yang bisa kita jajaki, seperti gula kristal atau gula semut organik untuk kita ekspor ke Eropa, ini kita masih banyak kekurangan bahan baku, kita juga memiliki pupuk organik yang bisa kita suplai ke Tasik. Bahkan kita sangat perlu kulit manggis, di Tasik kan pusatnya ya,” ungkap H Ihsan saat memberikan paparan kegiatan ekonomi yang telah dijalankannya.

Masih menurutnya, selain itu, mereka juga memiliki bisnis retail yang diberinama Nusantara Retail Community (NRC) yang telah dikerjasamakan dengan ranting-ranting NU di Banyumas.

Bahkan, dia menjamin untuk permodalan juga bisa dikerjasamakan.

“Untuk NRC ini kalau Tasik mau, ayo kita siap, kita siap menyulai kebutuhan-kebutuhan untuk warung-warung di Tasik, asal warungnya berada di ranting NU dan warung yang akan kerjasama telah di-SK-an sebagai pengurus ranting NU. Intinya Tasik butuh apa, Insyaallah kita siap, kita juga nanti butuh apa dari Tasik kita kerjasamakan yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Konsorsium Percepatan Pembangunan Ekonomi Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sufian Sya’roni mengatakan, kedatangan tim dari Kabupaten Tasikmalaya ke Banyumas merupakan amanat dari hasil Rembug Tani yang telah diselenggarakan pada tanggal 19 November 2020.

Baca Juga :  Sekolahnya Hanya Sampai SR, Tapi Omzet Bisnisnya Rp 50 M Sebulan

Dalam Rembug Tani tersebut memunculkan tiga kendala yang dihadapi petani Kabupaten Tasikmalaya, yaitu lahan, pembiayaan dan kemitraan.

“Saya mendengar dari Ketua LPPNU Jawa Barat, KH. DR. Johar Arifin, waktu menfassilitasi Rembug Tani bahwa di PCNU Banyumas sini, ketiga kendala tersebut sudah bisa diatasi, bahkan sudah membuahkan hasil beberapa komoditas pertanian yang diekspor ke Eropa dan lain-lain”.

” Ini bagi saya sagat menarik, makanya kita memutuskan untuk studi banding ke sini. Dan semoga pulang dari sini kita dapat ilmu dan kerjasama yang saling menguntungkan” ungkap Asep di hadapan tim ekonomi Banyumas dan Ketua PCNU Banyumas.

Masih di tempat yang sama, Ketua LPPNU Jawa Barat, KH Johar Arifin berharap kerjasama antara kedua tim ini bisa mengkat kesejahteraan warga NU. Terlebih jika pemerintah bisa hadir untuk memfasilitasi kerjasama kemitraan ekonomi warga NU tersebut.

“Sebetulnya komoditas pertanian atau yang lainnya di Tasik itu sangat potensial sekali kalau dikembangkan. Nah, saya berharap, jalinan kemtiraan seperti ini bisa mengangkat martabat petani yang selama ini selalu menjadi korban tengkulak” katanya.

Kita, lanjut ia menuturkan, tidak meminta bantuan ke pemerintah, tapi tolong nanti pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memfasilitasi tim ini untuk ketemu dengan pemilik lahan, pemilik modal dan perusahan-perusahaan yang akan membeli hasil produk tani Tasik.

Sementara itu, dalam studi banding tersebut, hadir dari Tim Konsorsium Percepatan Pembangunan Ekonomi Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya Asep Sufian Sya’roni selaku ketua tim, Asep Supratman sebagai Koordinator Bidang Pendanaan, H. Yahya Kamal Koordinator Bidang Kemitraan dan Enceng Sobirin Koordinator Bidang Lahan.

Dari PCNU Kabupaten Banyumas tampak hadir Ketua PCNU KH. Sabar, Ketua LPNU, Ketua LPPNU, Ketua Koperasi al-Mua’awanah. asep sufian sya’roni.

Baca Juga :  SPRI Soroti Basis Data Terpadu (BDT) Penerima Bantuan Sosial

(Mesa)

Berikan komentar