Nasional

PDIP Tuding Prabowo Diboncengi ISIS

JAKARTA-Klaim Amien Rais menjadi mentah seketika melihat bagaimana tampilan pribadi Pak Prabowo yang semakin temperamental, terjebak pada memori berbagai persoalan lama, dan watak kampanyenya yang jauh dari politik kebaikan.

“Kita tahu begitu banyak fitnah dan hoax yang mereka lemparkan, sampai KPU pun meminta mengusut tuntas hoapx atas hasil perolehan suara Luar negeri yang dikampanyekan melalui jejaring tim Prabowo-Sandi. Ketika jumlah massa yang di GBK dengan kapasitas maks 170 ribu pun diklaim lebih dari 1 juta, maka kita bisa paham, karakter pemimpin manipulatif tersebut justru akan ditinggalkan.

Apa yang ditampilkan sebagai komunikasi politik Tim Prabowo-Sandi adalah manifestasi psikologis cermin kepanikan dan ketidakmampuannya mengatasi penumpang gelap, dimana publik paham bahwa di belakang Prabowo-Sandi tersembunyi agenda terselubung akibat adanya dukungan simpatisan ISIS dan dukungan dari mereka yang dari segi pemikiran politik berbeda dengan Pancasila sebagai Jiwa dan karakter bangsa.

loading...

“Kampanye di GBK menunjukkan kuatnya eksklusivitas yang berbeda dengan watak dan kepribadian bangsa yang begitu inklusif. Rakyat terus mencatat bagaimana saat kampanye di Cianjur, Pak Prabowo menggunakan mobil eks donatur ISIS berpelat nomor B2 64RIS. Atas dasar tampilan kampanye ekstra eklusif tersebut, munculah banyak tulisan di sosial media, bagaimana dalam kampanye Di GBK, Gerindra dikudeta oleh PKS” kata Hasto

PDI Perjuangan bisa memahami kegusaran KPU atas manipulasi hasil perolehan suara di Luar Negeri yang dimanipulasi condong ke paslon 02.

“Kesemuanya adalah manipulasi. Di Suriah, ISIS juga jago dalam hal manipulasi itu. Karena itulah PDI Perjuangan bersama Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo dan parpol KIK lainnya terus merapatkan barisan bersama seluruh komponen masyarakat dan relawan, untuk terus mengawal politik kebenaran, politik putih adalah kita” ucap Hasto.

Baca Juga  Berantas Terorisme Ma'ruf Amin Akan Libatkan Ormas

Politik H-6 ini seharusnya diisi dengan kontestasi kebaikan untuk bangsa dan negara.

“PDI Perjuangan percaya pada nasehat para ulama, dan seluruh tokoh agama lainnya yang terus memberikan penguatan landasan moral dalam politik, bahwa akhirnya pemimpin berkarakter baiklah yang akan memenangkan hati rakyat. PDI Perjuangan juga percaya bahwa suara mayoritas rakyat yang selama ini berdiam diri, terus mencatat dalam hati sanubarinya bahwa Indonesia yang begitu besar memerlukan pemimpin baik yang merakyat. Inilah keunggulan Jokowi-KH Maruf Amin sebagai representasi pemimpin yang merangkul seluruh potensi bangsa Indonesia yang begitu beragam dalam satu arah kemajuan” tutup Hasto. (dab)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close