Suara Warga

Pemakaian Turun Tapi Tagihan Listrik Naik? Ini Kata PLN

JAKARTA – Masyarakat bingung dengan membengkaknya tagihan listrik, padahal pemakaian di rumahnya menurun.

PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) memberikan tanggapan atas keluhan tagihan listrik yang kembali disampaikan para pelanggan pada awal Juli 2020 ini.

Salah satunya disampaikan akun Twitter @dimasdyaurr. Ia mempertanyakan cara PLN melakukan penghitungan besaran tagihan.

“Bisa dilihat dari jumlah pemakaian KWH nya, kan itu turun tapi tagihannya naik,” kata Dimas. Mengutip dari kompas.com.

Ia mengaku tak tahu apa penyebab tagihan listriknya bulan ini lebih tinggi, sementara pemakaian lebih rendah.

Keluhannya ditanggapi oleh Vice President Public Relations PLN, Arsyadany G. Akmalputri. Ia menyebutkan, penyebabnya kemungkinkan karena ada sisa cicilan dari tagihan bulan lalu yang belum terbayarkan.

Sebagai informasi, di bulan Juni, PLN memberikan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pelanggan dalam membayar tagihan listrik.

Skema ini diberikan bagi pelanggan yang tagihan listriknya mengalami lonjakan lebih dari 20 persen.

Bagi pelanggan yang lonjakan tagihan listriknya lebih dari 20 persen, maka pelanggan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40 persen dari selisih tagihan bulan sebelumnya yang menggunakan tarif rata-rata pemakaian 3 bulan.

Kemudian, 60 persen sisanya dibayar 3 bulan selanjutnya yaitu pada Juli, Agustus, dan September dengan besaran 20 persen setiap bulan.

Melalui skema ini, diharapkan bisa melindungi konsumen dari kenaikan tagihan listrik akibat adanya perubahan prilaku konsumsi listrik selama PSBB.

“Skema ini menggunakan pola 40 persen pada bulan Juni, kemudian sisanya dibayarkan secara dicicil pada tiga bulan selanjutnya yakni Juli, Agustus dan September,” ujar Arysadany, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Namun, Arsyadany mengatakan, untuk memastikan apa penyebab sebenarnya, perlu dilakukan pengecekan secara lebih detil.

Baca Juga :  PC GP Ansor Ciamis Bahas Ketertutupan Informasi Publik

“Kalau KWH turun, lalu tagihan naik, itu sebenarnya perlu dicek dulu di lapangan. Harus tetap dicek dahulu kronologi tracing, karena kami juga harus menjawabnya pakai data,” kata dia.

Untuk merespons keluhan pelanggan, PLN membuka posko pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat.

“Bisa melalui call center 123 untuk kemudian akan kami lihat dan perhitungkan secara riil dengan mencocokkan ID Pelanggan,” ujar Arsyadany.

Penulis : Mesa
Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: