Pemerintahan

Pemkab Tasikmalaya Anggarkan Sarung 2,8 M, SAPMA : Kaji Ulang!

TASIKMALAYA – Baru-baru ini, bertebaran berita soal LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang memperlihatkan anggaran pengadaan sarung senilai 2,8 Milyar. Nominal fantastis tersebut jadi perbincangan hangat di media sosial dan grup aplikasi perpesanan, misalnya WhatsApp Grup.

Nilai tersebut dipertanyakan oleh banyak Aktivis, salah satunya oleh SAPMA (satuan siswa pelajar dan mahasiswa pemuda pancasila) Kabupaten Tasikmalaya.

Diki Rikiwa, selaku ketuanya mengatakan bahwa pada dasarnya pengadaan barang dan jasa pemerintah memang bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya, namun harus tahu kondisi.

” Kita ketahui bersama, masa-masa sekarang masyarakat sedang memerlukan bantuan dari pemerintah karena dampak covid-19, kalaupun pengadaan memang sudah rutin dilakukan maka harus disesuaikan, kebutuhan masyarakat tidak lagi sama atau prioritasnya telah berubah” kata Diki.

Sedang ramai-ramainya desakan warga ke pemerintah agar memberikan bantuan di tengah Covid-19, harusnya pemerintah lebih peka.

” Kita kan tahu bantuan covid-19 yang telah direncanakan belum meng-cover seluruh masyarakat yang membutuhkan, kenapa tidak penganggaran lebih tepat guna dialokasikan kepada kegiatan yang lebih masyarakat luas butuhkan” tanya Diki.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa mengevaluasi agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat, apalagi disaat kondisi pelik.

” Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya ini melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan perencanaan dan pengalokasian anggaran atau kebijakan yang baik akan tercapai hasil yang baik pula” tutup Diki.

(Mesa)

Baca Juga :  Pemkot Tasikmalaya Harus Terbuka Terkait Wabah Corona

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: