Peristiwa

Pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Tasik Deadlock, Kota Dan Provinsi Pemicu

TASIKMALAYA – Temu Karya Karang Taruna Kota Tasikmalaya ke-3 yang digelar di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun pada Selasa, 30 Oktober 2018, berakhir tanpa keputusan atau “deadlock”.

Tidak ada ketua terpilih sehingga Ketua sementara diambil alih Karang Taruna Provinsi Jawa Barat.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cihideung, Arip Abdurrahman pun menyayangkan deadlocknya Temu Karya tersebut. Padahal ajang pengambilan keputusan musyawarah tertinggi tingkat Kota Tasikmalaya.

“Kami menyayangkan saja karena deadlocknya temu karya kemarin akibat keberpihakan Ketua Demisioner Karang Taruna Kota dan Provinsi,” kata Arip, Rabu, 31 Oktober 2018.

Menurut Arip, deadlock tidak akan terjadi jika Ketua Demisioner Karang Taruna Kota dan Provinsi bersikap netral serta mampu menengahi. Pasalnya, temu karya tersebut pesertanya kecamatan sehingga memeiliki hak penuh menentukan roda Karang Taruna Kota Tasikmalaya kedepan.

“Ini kan tidak, sejak pembahasan tata tertib saja nampak dimainkan termasuk dengan pilihan suara. Baiknya itu kota dan provinsi netral saja karena semua juga kader karang taruna,” ujarnya.

Atas ketidaknetralan Ketua Demisioner dan Provinsi itulah, Temu Karya Karang Taruna Kota Tasikmalaya akan digelar lagi yang paling lambat dalam satu bulan sudah ada kepemimpinan baru.

“Nanti fasilitatornya Dinas Sosial dan Provinsi. Kalau sekarang akhir Oktober, paling Desemberan diadakan temu karya lagi,” ucap Arip.

Sebelumnya dua kandidat Ketua Karang Taruna yakni Wahid sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Tamansari dan Heri Salahudin Ketua Karang Taruna Kecamatan Kawalu memperoleh suara sama. Wahid enam suara, Heri pun enam suara.

Samanya suara tersebut dipengaruhi keberpihakan Ketua Demisioner Durahmat dan Perwakilan Provinsi yang sama-sama memilih pada pada Heri Salahudin.

Kalau suara Wahid, enam-enamnya asli dari Karang Taruna Kecamatan,” kata Arip.

Baca Juga  Terobos Lampu Merah Truk Hino Babat 2 Motor, Satu Tewas

Proses pemilihah Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya periode 2018-2023 berlangsung alot. Semua syarat pencalonan hanya yang pernah jadi pengurus kota saja. Maka muncul nama Wahid dan asep Ishak yang keduanya sama-sama pengurus kota.

Namun dipertengahan ada perubahan klausul selain pengurus kota juga pernah jadi ketua kecamatan untuk jadi pertimbangan adanya unsur pengalaman.

Otomatis Asep Ishak terpental karena tak pernah jadi ketua kecamatan sehingga muncul nama Heri Salahudin yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Kawalu. (Mesa)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close