Pemkab Aceh Selatan Peringati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)

oleh -
Peringatan Hani Pemkab Aceh 2021
Peringatan Hani Pemkab Aceh 2021

Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah, Ir. H. Said Azhar dan Unsur Forkopimda mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 secara virtual digedung serbaguna lantai III Bappeda (26/06/2021).

Peringatan HANI Tahun 2021 mengusung tema “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersinar”.

Mewakili Presiden RI, Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin mengatakan peringatan HANI sebagai bentuk keprihatinan dunia kepada penyalahguna narkotika sekaligus wujud perlawanan terhadap salah satu kejahatan luar biasa yang menjadi tantangan negara-negara di seluruh dunia.

“PBB telah menetapkan Tanggal 26 Juni sebagai Hari Anti Narkoba Internasional yang rutin diperingati setiap tahunnya. Meskipun peringatan ini dilakukan secara virtual tetapi tidak mengurangi semangat kita semua dalam memerangi Narkoba untuk mengingatkan kita semua tentang betapa bahayanya ancaman narkotika” jelas Wapres.

Selain itu, KH. Ma’ruf Amin juga menyampaikan bahwa saat ini seluruh negara dan masyarakat internasional masih menghadapi dua musuh besar yaitu Pandemi Covid-19 dan Narkotika. Kedua ini berimbas kesemua sektor lini kehidupan manusia mulai dari individu, keluarga, masyarakat hingga negara.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh UNODC (United Nations Office on Drug and Crime) tanggal 24 Juni 2021 menyebutkan sekitar 275 juta orang di seluruh dunia menggunakan narkoba pada tahun 2020. Ini mengalami peningkatan sebesar 22% tahun 2019.

“Permasalahan dalam penanggulangan Narkoba yang dihadapi Indonesia saat ini banyaknya jaringan sindikat Narkotika yang beroperasi melalui jalur laut yang berimplikasi meningkatkan luasnya kawasan rawan Narkoba. Perang melawan Narkoba memerlukan sinergitas seluruh elemen terutama dalam kegiatan Rencana Aksi Nasional P4GN, sebab ini merupakan tanggung jawab kita bersama guna menyelamatkan keutuhan bangsa” tambah Ma’ruf Amin.

Sebelumnya dalam membuka acara, Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose dalam pelaporannya menyampaikan Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai bentuk implementasi dari sinergitas Pemerintah dan Lembaga Daerah. Langkah strategi yang dilakukan BNN dalam upaya perang malawan Narkotika melalui startegi Soft Lower Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach.

“BNN mengemas strategi war on drugs pada P4GN dengan tiga Strategi, yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach. Kegiatan yang menggunakan Soft Power Approach yaitu kegiatannya pencegahan, pemberdayaan masyarakatf, rehabilitasi dan pascarahabilitasi bagi para pecandu. Kegiatan yang menggunakan Hard Power Approach yakni kegiatan pemberantasan dengan fokus pada aspek hukum yang tegas dan terukur pada sindikat Narkotika. Sedangkan Smart Power Approach yakni dengan penggunaan teknologi Informasi di era Digital” terang Petrus membuka sambutan.

Selain itu, Kepala BNN RI juga menyampaikan kinerja BNN yang telah menjalankan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di 553 desa seluruh Indonesia, Program alternative development 14 desa di Provinsi Aceh dan 128 Desa kawasan Narkoba serta mengungkap jaringan sindikat Narkotika dan bahkan menangani kasus TPPU.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerja sama bersinergi bersama BNN. Dan saya meminta kepada Bapak Wakil Presiden untuk mencanangkan program Desa Bersinar menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)” tutup Petrus mengakhiri laporan kegiatan.

Pada kesempatan yang sama usai pelaksanaan Peringatan HANI 2021 secara virtual, Kepala BNNK Aceh Selatan Nuzulian,S.sos mengatakan peringatan HANI sebagai momentum pengingat akan bahaya Narkoba.

“Hari anti narkoba bukan hanya hari ini, tetapi melalui hari ini kita gerakkan supaya seluruhnya mengingat kembali bahwa ada hal-hal yang berbahaya di tengah-tengah kita yaitu narkoba.

Besar harapan saya kepada masyarakat untuk sadar akan bahaya narkoba yang mengancam generasi kita tegasnya

Baca Juga :  KPW I Aceh Genjot Registrasi Bumdes Online

Berkenaan dengan program Pemerintah tentang Desa Bersinar, Kepala BNNK Aceh Selatan menjelaskan terwujudnya desa bersinar dimulai dari adanya komitmen masyarakat dan pemerintah desa untuk sama-sama membuka diri, bekerja membebaskan daerah dari Narkoba.

“Ini bukan pekerjaan mudah sebab Narkoba sudah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat.

Oleh sebab itu jadikan BNN sebagai lini sektor dan perkuat dukungan pemerintah maka InsyaAllah daerah kita akan terbebas dari lingkaran Narkoba” pungkasnya.

(Zulhilmi)

Berikan komentar