Pemerintahan

Pendapatan DAK Kota Banjar 2019 Terancam Hilang

BANJAR – Pendapatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Banjar 2019 terancam hilang. Pasalnya belum ada kepastian tentang Penyepakatan APBD 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dahlan membenarkan potensi hilangnya pendapatan dari DAK. Ia merasa pesimistis bisa menyerap anggaran tersebut.

“Daripada ada persoalan dikemudian hari. Mending kita tahan dulu realisasi DAK untuk pendidikan,” kata Dahlan, Kamis, 6 Desember 2018.

Hal sama disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yoyo Suharyono. Dinas LH menerima bantuan DAK pelestarian pelestarian kehutanan tapi petunjuk teknis (teknis) belum diterima karena belum adanya kesepakatan APBD tadi.

“Lumayan kita dapat delapan ratus juta untuk peleatarian hutan. Namun kondisi seperti ini. Apa boleh buat,” ujarnya.

Dalam rancangan pendapatan APBD 2018, sedikitnya Rp 50 miliar diperoleh Pemerintah Kota Banjar. Pendapatan tersebut diperoleh dari sejumlah kementerian.

“Secara kelembagaan kami juga merasa miris, namun memaklumi kenapa DPRD tidak mau menyepakati yang mungkin karena perlakuan eksekutif kurang bagus serta tingkat kesejahteraan anggota dewan yang dibawah DPRD lain,” kata Aktivis lingkungan hidup, Titin Kurniati.

Titin pun menangkap ada semacam hal yang kurang baik dari eksekutif dengan banyaknya hak dewan yang tidak direalisasikan Pemerintah Kota Banjar,” tuturnya.

(Yudi)

Baca Juga :  Kebijakan Walikota Banjar Perketat Media Publikasi
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close