Peringati Hari Kartini, Mahasiswa UNSIL Nyatakan Perang Terhadap Kekerasan Seksual

oleh -

TASIKMALAYA,- Dalam rangka memperingati Hari Kartini puluhan mahasiswa Universitas Siliwangi (UNSIL) dari berbagai jurusan dan fakultas menyelenggarakan aksi solidaritas untuk melawan kekerasan seksual. Sabtu, (24/04/2021).

Sudah tidak menjadi isu baru, bahwa kekerasan seksual beberapa tahun belakangan ini marak terjadi justru di lembaga pendidikan. Salah satunya di Perguruan Tinggi, yang notabene merupakan lembaga pendidikan ilmiah paling dihormati dengan berbagai kapasitas keilmuan di dalamnya.

Aksi ini diinisiasi oleh beberapa Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang ada di bawah naungan UNSIL. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNSIL yang merupakan instasnsi ORMAWA Eksekutif berkedudukan menjadi Eksekutor di ranah kampus.

Ketua BEM UNSIL Gilang Gustiawan membacakan Deklarasi dihadapan masyarakat. Tepatnya di depan gerbang Utama UNSIL, beliau bersama mahasiswa lainnya ikut dalam menyukseskan aksi ini agar masyarakat mulai sadar akan bahayanya kekerasan seksual di manapun, terlebih di lembaga pendidikan.

“Kami, Mahasiswa Universitas Siliwangi menyatakan menentang apapun tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual yang semakin mengerikan,” ucap Gilang.

Gilang mengecam kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang berakhir damai dengan dalih sang korbang sudah memaafkan.

“Kami juga sangat mengecam keras kekerasan Seksual yang terjadi pada saaat KKN UGM, tidak ada tindakan yang tegas dari pihak Rektorat selaku pengambil kebijakan yang justru menyudutkan korban agar mau berdamai yang justru makin mencederai instansi kampus demi menjaga nama baik kampus,” ujarnya mengakhiri deklarasi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kasus yang terjadi pada KKN UGM menjadi raport merah bagi dunia pendidikan Indonesia. Selama ini pemerintah terlalu sibuk mengurus kurikulum namun lupa bahwa keselamatan pelajar dalam hal ini siswa maupun mahasiswa sangatlah penting.

Baca Juga :  Nurbaya, Warga Miskin Berjuang Melawan Tumor Otak

“Semua pihak harus terlibat dalam penyelesaian masalah ini, termasuk pemerintah selaku instansi yang harus ikut bertanggungjawab karena tak kunjung menyegerakan pengesahan RUU PKS yang sangat penting keberadaanya di tengah kekacauan seperti ini,” pungkasnya.

Aksi ini pun ditutup dengan damai dan seluruh peserta aksi membubarkan diri menjelang waktu magrib tiba ditengah kemacetan lalu lintas gerbang utama UNSIL.

Berikan komentar