Ragam

Peringati World Cleanup Day, PKH Kota Tasikmalaya Lakukan Penanggulangan Sampah

TASIKMALAYA – World Cleanup Day 2019 yang diperingati 157 negara di dunia, termasuk Indonesia. Berbagai wilayah mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup dan masalah pencemaran lingkungan, utamanya adalah sampah.

Ibu-ibu KPM PKH Kelompok Bank Sampah Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan aksi membersihkan lingkungan dengan memungut sampah di jalan maupun lingkungan yang menjadi salah satu pusat keramaian, pada Sabtu (21/9/2019).

Di tangan ibu-ibu KPM PKH Kelompok Bank Sampah Kecamatan Cihideung ini, sampah-sampah anorganik digunakan sebagai alat tukar ekonomi.

Kelompok Bank Sampah Tugu Harapan Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya didampingi Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Hendi Ruswandi, melakukan penimbangan sampah anorganik yang dikumpulkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Kegiatan ini tidak semata-mata dalam rangka World Cleanup Day, namun merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggu sejak Juni 2019.

Jenis sampah yang dikumpulkan merupakan sampah anorganik, seperti plastik (cup bekas minuman, botol bekas), kertas (termasuk kardus), besi, dan imitasi (contoh karet sandal atau kulit sintetis). Setiap bulannya, sampah-sampah yang dikumpulkan oleh lebih kurang 300 orang KPM PKH tersebut dijual ke pengepul dan hasil penjualan tersebut ditabung di koperasi yang juga merupakan hasil pembentukkan Pak Hendi setahun yang lalu.

“Hasil penjualan sampah ini akan jadi tabungan Ibu-ibu, salah satu manfaatnya adalah untuk membantu biaya sekolah anak-anak mereka. Tabungan tersebut bisa diambil di awal tahun ajaran baru. Tidak hanya berupa tabungan, kedepannya sebagian sampah-sampah plastik ini akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sapu”, tutur Hendi.

Koordinator PKH Kota Tasikmalaya Rizal Maulana mengatakan bahwa bank sampah Tugu Harapan ini merupakan bukti nyata komitmen kepedulian KPM bersama dengan Pendamping Sosial PKH untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari diri sendiri dan keluarga, serta membuktikan juga bahwa dari barang yang semula tidak bernilai tapi bagi sebagian orang bisa dibuat sebagai alat untuk meningkatkan ekonomi keluarga mereka.

Baca Juga  Terapis Pijat Wanita Bergembok

“PKH melalui Bank Sampah ini tidak hanya sekedar ceremonial memperingati World Cleanup Day, namun sudah kepada aksi untuk membersihkan lingkungan dan secara berkesinambungan dapat membantu menambah penghasilan dari hasil penjualan sampah ke pengepul yang ditabung melalui koperasi. Selain itu, kegiatan Ibu-ibu yang mengumpulkan sampah-sampah ini, diharapkan juga dapat memperkenalkan pola hidup bersih kepada anak-anak mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan”, jelas Rizal

Pada kesempatan kali ini, kegiatan penimbangan sampah dihadiri oleh perwakilan Tim Percepatan Graduasi Mandiri PKH Kota Tasikmalaya, dari Kecamatan Mangkubumi, Cibeureum, Indihiang, dan Kawalu, yang melakukan pembelajaran ke Bank Sampah Kelurahan Tugujaya untuk menularkan manfaatnya ke wilayah masing-masing Kecamatan dampingannya.

Natya Luthfiyah, Pekerja Sosial PKH Kota Tasikmalaya dan penggagas Tim Percepatan Graduasi Mandiri KPM PKH Kota Tasikmalaya mengatakan bahwa tim Percepatan Graduasi Mandiri tersebut terdiri dari SDM PKH Kota Tasikmalaya yang bergabung dan bertujuan untuk saling bekerjasama dalam melakukan pemberdayaan KPM PKH di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya dengan goal meningkatkan kesejahteraan KPM dan pada akhirnya KPM PKH bisa secara sukarela mengundurkan diri dari PKH karena sudah mampu.

“Diharapkan Bank Sampah Tugu Harapan ini menjadi salah satu wadah tercapainya tujuan pemberdayaan tersebut, dan pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa Pendamping Sosial dari Kecamatan lain bisa menularkan manfaat yang lebih luas lagi. Tidak hanya dengan bertambahnya jumlah tempat pengolahan sampah, dan sebagai wadah untuk melakukan pemberdayaan bagi KPM PKH, bank Sampah ini juga bisa menjadi solusi masalah penanggulangan sampah di Kota Tasikmalaya”, pungkas Natya.

Penulis: Budi

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close