©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Selasa, Juni 25, 2019
Pendidikan

Perlunya Penyamaan Persepsi antara Orang tua Murid dan Guru di Sekolah

Ada yang menarik dan menggelitik dalam pelaksanaan pro-parenting dengan materi disampaikan oleh salah satu personeel edusee dalan rangka menyambut gernas baku (gerakan nasional orang tua membacakan buku) bagi anak-anak PAUD di Aula Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang. Pada acara yang terlaksana di tanggal 5 April 2018, selain penyampaian sosialisasi program gernas baku, juga dilakukan ikrar berjamaah dari 150 orang tua yang hadir terkait beberapa hal penting.
Pertama, bahwa mereka menitipkan anak-anak mereka kepada sekolah. Hal ini dilakukan karena nyatanya, dari 150 orang tua yang hadir tidak satu pun yang benar benar membuat pernyataan verbal maupun non verbal sekalipun untuk menitipkan hak pengasuhan dan pendidikan yang menjadi tanggung jawab mereka kepada sekolah.
Kedua, bahwa mereka mempercayakan sepenuhnya dan tidak akan menekan, memaksa dan mempertanyakan terkait harapan mereka bahwa anak-anak mereka diinginkan bisa membaca sejak dini. Hal ini terkait dengan realitas yang terjadi di banyak orang tua yang tak jarang justru menekan dan menyalahkan sekolah hanya karena nampak seperti tidak mengajarkan membaca.
Ketiga, me-sepakati bahwa yang tak kalah penting bagi orang tua adalah bagaimana anak anak mereka bukan hanya bisa membaca, tetapi bi(a)sa membaca. Ini juga berarti orang tua siap untuk turut serta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung di rumah masing-masing.
Keempat, bahwa bilamana ternyata setelah selesai jenjang PAUD anak belum bisa membaca, anak dan orang tua tidak akan ditekan dan diminta pertanggung jawaban. Tidak sedikit didapati di banyak sekolah di banyak daerah pula realitas seperti ini.
Kesamaan visi dan pemahaman tentang pendidikan, pendidikan anak usia dini dan pelaksanaan serta mekanisme nya sangat penting terbangun di antara masyarakat sebagai orang tua dengan pihak sekolah. Seringkali terjadi, mis-komunikasi dan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada sekolah karena ketidak-nyambungan pemahaman ini.
Dalam tradisi pendidikan kita, orang tua menitipkan ke pengelola lembaga adalah hal yang sudah membudaya, dulu. Seiring waktu, karena alasan yang kiranya penting untuk menjadi telaah bersama, budaya ini sedikit demi sedikit menjadi luntur. Masih ada, mungkin, tapi tidak semembudaya jaman dulu.
Dari tradisi ini, sesungguhnya kita bisa memperhatikan sebesar apa perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Maka tidak lah heran jika di berjalannya proses pembelajaran, tidak sedikit orang tua yang perhatian terhadap pendidikan anaknya hanya sekedar tahu anak berangkat dan pulang sekolah tanpa mau tahu bagaimana perkembangannya.
Lebih dari itu semua, yang tidak kalah penting dalam hal ini adalah nasib anak. Kondisi belum sepemahannya orang tua dengan sekolah menimbulkan peluang praktik pengajaran yang tidak ramah terhadap perkembangan dan otak anak semakin terbuka lebar. Dan bila ini terjadi, maka apa yang diharapkan dari anak-anak ini di kemudian hari jika sejak dini mereka sudah menjadi generasi-generasi yang tertekan meski tanpa disasari?
Acara ini sendiri diselenggarakan oleh HIMPAUDI Gugus Kersamaju yang merupakan gabungan dari paud-paud se-desa kersamaju dan desa sirnagalih kec cigalontang. Pada Gugus Kersamaju ini ada 8 lembaga PAUD yang sudah berdiri.

Baca Juga  Haris Sanjaya Dukung Konfercab PERGUNU

Iman Nurjaman – MediaDesa.id

  • 14
    Shares

Tinggalkan Balasan