Opini

Platform Perjuangan Pertanian oleh Mahasiswa Pertanian se-Indonesia

Oleh : Ibnu Gifari Huda (Koordinator wilayah 2 ISMPI)

Sebagai mukadimah, saya akan memulai tulisan ini dengan kata-kata dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno “Masalah pangan adalah masalah hidup dan matinya suatu bangsa.” Ini membuktikan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang serius untuk menentukan keberlangsungan perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, hanya saja banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pertanian untuk dirinya pribadi atau pun untuk bangsa dan negara.

Tepatnya pada bulan Juli 1992 di Bogor diadakan Kursus Amdal Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 8 institusi. Hasil dari pertemuan tersebut adalah tercapainya kesepakatan dan persamaan pandangan mahasiswa pertanian untuk mendirikan organisasi sejenis yang berskala nasional. Pada tanggal 6 – 8 November 1992 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto diadakan Temu Ilmiah Mahasiswa Pertanian Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 21 institusi. Yang kemudian menghasilkan suatu deklarasi yang dikenal dengan “ DEKLARASI PURWOKERTO ” yang isinya antara lain :

  1. Sepakat untuk mendirikan wadah Senat Mahasiswa Pertanian se-Indonesia yang diberi nama Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).
  2. Sepakat mengadakan MUNAS I di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada tanggal 21 April 1993, di Kaliurang, Yogyakarta berhasil ditandatangani piagam pendirian Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) oleh 34 institusi, maka dari itu tanggal 21 April dijadikan perayaan hari lahirnya Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).

Kelahiran Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) mempunyai misi dan tujuan yang jelas yaitu menjalin komunikasi sambung nalar lintas almamater dan kerjasama Senat atau BEM atau Himpunan Mahasiswa Jurusan mahasiswa Pertanian se-Indonesia. Dengan visi yang telah termaktub dalam AD/ART ISMPI bab 3, pasal 6, menjadikan sektor pertanian sebagai leading sector pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Politik Hukum untuk Menguatkan Posisi Desa

Keadaan ISMPI dalam memasuki babak baru di era reformasi saat ini akan diprediksi sebatas menjaga ritme dan kontinuitas gerakan saja. Gerakan revolusioner tidak terlalu jelas arah dan tujuan, dan hanya membanggakan historisitas tokoh terdahulu. Cerita-cerita tersebut yang selalu menjadi hiasan dalam perjalanan organisasi ini.

Bukankah saat ini juga ISMPI perlu adanya ukiran baru sejarah perjuangan? Bukankah giroh ISMPI yaitu giroh advokasi petani harus selalu digelorakan?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus dijawab oleh seluruh mahasiswa pertanian saat ini, bukan hanya pengurus pusat maupun wilayah ISMPI karena sejatinya ISMPI hanya sebagai wadah organisasi, selebihnya seluruh mahasiswa pertanian se-Indonesia lah yang menghidupkan ISMPI ini.

Dalam perkembangan Indonesia memasuki era modern, mahasiswa pertanian se-Indonesia yang tergabung dalam ISMPI menjadi bagian strategis yang mampu mengisi kekosongan momentum perjuangan bangsa terdahulu sampai sekarang. Maka dari itu setiap generasi di ISMPI harus memiliki platform arah perjuangan yang kompatibel dan orientasi yang jelas untuk diperankan sesuai dengan porsinya sebagai organisasi mahasiswa pertanian tingkat nasional.

Dalam pemikiran keilmuan, ISMPI hari ini bagaimana bisa merespon perkembangan jaman atau modernisasi di sektor pertanian dan menjadi alternatif solusi sebagai kaum intelektual yang terdidik khususnya di bidang pertanian. Begitu dalam pemikiran pergerakan, ISMPI harus bisa merespon kebijakan-kebijakan pemerintah dan menjadi sahabat baik petani saat ini yang cenderung terjebak dalam permainan pemodal dan penguasa.

Perkembangan jaman yang semakin cepat didampingi kemudahan teknologi dan komunikasi harusnya dimanfaatkan oleh ISMPI untuk menjawab tantangan pertanian di Indonesia, sehingga bisa berdampak lebih dalam perjuangan era reformasi ini. ISMPI dituntut juga sebagai wadah investasi mahasiswa pertanian se-Indonesia untuk mengembangkan mutu dan kualitasnya, karena investasi yang paling baik bagi suatu bangsa adalah investasi dalam hal sumber daya manusia.

Baca Juga :  Kelurahan Setiamulya Dirikan Pos Bantuan Hukum

Berbicara mutu dan kualitas merupakan konsekuensi logis dari garis independensi ISMPI yang harus disadari oleh seluruh pimpinan baik di wilayah maupun nasional, agar menjadi modal dan dorongan untuk selalu meningkatkan idealisme pada segala bentuk arus politik dan menjaga kepentingan petani saat ini dan di masa yang akan datang.

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: