Hukum

PMII Jawa Barat Nilai Pembubaran Aksi Massa Merupakan Bentuk Pembungkaman

BANDUNG,- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian terhadap anggota PMII yang sedang melakukan aksi. Hal tersebut dinyatakan pengurus PKC PMII Jawa Barat melalui pers rilisnya pada Jum’at (09/08/2019).

Dalam pers rilis tersebut Ketua PKC PMII Jawa Barat Fachrurizal menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis PMII yang sedang melakukan aksi merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945 Pasal 28e ayat (3).

“Bahwa pada dasar nya menyampaikan pendapat adalah Hak Warga Negara Indonesia sebagaimana telah diatur dalam UUD 1945 Pasal 28e ayat (3) UUD 1945, yang bunyi Setiap Orang Berhak Atas Kebebasan Berserikat, Berkumpul, Dan Mengeluarkan Pendapat” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa adanya indikasi pembungkaman dalam menyuarakan pendapat oleh oknum Kepolisian di beberapa daerah, menurutnya hal tersebut menciderai prinsip-prinsip negara hukum dan demokrasi.

“Selain itu, adanya indikasi aksi pembungkaman dalam menyuarakan pendapat oleh oknum Kepolisian di beberapa daerah, bukan saja melukai dan mencederai prinsip-prinsip negara hukum dan demokrasi, melainkan cerminan masih lemahnya dual process of law. Yang mana kewenangan Kepolisian ialah menegakan hukum tanpa harus menyalahi hukum,”

Pihaknya mendorong Kepolisian berbenah diri agar setiap anggotanya bisa kembali menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

“Selain itu, setiap pimpinan Polri di setiap tingkatan perlu menindak tegas oknum-oknum yang mengganggu rasa aman masyarakat, terutama oknum pelaku tindak kekerasan di lingkungan Polri,”

Fachrurizal mengaku setiap tindakan yang dilakukan oleh anggota PMII semata-mata dalam rangka mendorong pelaksanaan tata pemerintahan yang baik demi terwujudnya cita-cita Kemerdekaan Indonesia.

“Bahwa sesungguhnya apa yang dilakukan oleh PMII, baik secara perseorangan maupun bersama-sama, baik aktivitas berbentuk edukasi, advokasi maupun aksi-aksi lainnya, semata-mata dalam rangka mendorong pelaksanaan tata pemerintahan yang baik (good governance) demi terwujudnya cita-cita Kemerdekaan Indonesia, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kepada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”pungkasnya.

Baca Juga :  LBH Ansor Jabar Menuntut Polres Kota Banjar Tindaklanjuti Laporan Polisi Terduga MG

Berikut pernyataan sikap Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Jawa Barat:

1. MENGUTUK atas terjadinya tindak kekerasan, pembungkaman dan Pembubaran paksa dalam penyampaian pendapat di muka umum oleh Oknum aparat Kepolisian terhadap Keluarga Besar PMII di seluruh Provinsi Jawa Barat.
2. USUT TUNTAS dalang dan pelaku aksi kekerasan, pembungkaman dan pembubaran paksa kepada aksi massa PMII di Kota Bekasi, Kota Bandung dan Purwakarta.
3. MENUNTUT tegakkannya Dual Process Of Law di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia dan institusi pemerintahan lainnya. Sehingga kejadian serupa (Tindak Kekerasan, Pembungkaman dan Pembubaran Paksa Aksi Massa) tidak terjadi dikemudian hari.
4. MENUNTUT EVALUASI terhadap Prosedur penindakan massa aksi agar lebih memperhatikan Hak Asasi Manusia.
5. MENUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN dari Kasat Pol PP Kota Bekasi dan Pimpinan Polri terkait (Kapolrestabes Bandung dan Kapolres Purwakarta) atas insiden tindak kekerasan terhadap Anggota dan Kader PMII.
6. MENUNTUT JAMINAN dari Pimpinan Polri di Setiap Tingkatan di Jawa Barat (Kapolres, Kapolresta dan Kapolda Jawa Barat) untuk tidak melakukan tindak kekerasan (fisik maupun non fisik) dan pembungkaman kepada Keluarga Besar PMII di seluruh Provinsi Jawa Barat.
7. MENUNTUT Oknum Pol PP Kota Bekasi, Oknum Aparat Kepolisian Polrestabes Bandung dan Polres Purwakarta yang terlibat untuk membuat pernyataan permohonan maaf di media massa atas Tindak Kekerasan terhadap anggota dan kader PMII.

Penulis: Budi

Editor: Mesa

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: